Renungan Akhir Tahun

Komik RenunganSaya hanya terpaku sekian detik, berpuluh menit, hingga sejam hanya untuk memulai menulis. Tertulis sebuah kalimat, lalu saya hapus lagi. Sudah hampir satu paragraf, lalu saya delete lagi. Berulang-ulang seperti itu. Dan akhirnya beralih ke window lainnya untuk membaca-baca artikel-artikel, blogwalking melihat renungan-renungan di blog teman-teman dan ngobrol sana-sini di YM.

Entah kenapa terasa sangat sulit memberi ucapan di hari terakhir 2007 ini, menghadirkan tulisan refleksi yang bisa memperkaya diri dan sebagainya. Hanya sekedar untuk 3 kata menyambut tahun yang baru! Padahal tidak ada ukuran yang berbeda sama sekali dari skala waktu. Hari akhir 2007 ini juga tetap berlangsung 24 jam. Matahari tetap terbit tanpa memberikan rasa panas berbeda, langit malam juga masih berawan seperti mendung-mendung di malam-malam lainnya. Lalu kenapa saya harus bingung untuk sekedar menuliskan segalanya?

Ingin sekali memberikan tulisan sebagai sebuah bentuk perenungan. Menyentuh akal sehat kita semua, memperkaya hati nurani kita dan mungkin berharap memberikan inspirasi untuk saya dan semua pembaca.

Tetapi saya hanya stuck, terhenti berpikir, otak kram dan hati seperti mati rasa. Kosmos seputar saya serasa stagnan, waktu terasa berhenti.

Ataukah jangan-jangan selama 2007 ini memang stagnan bagi saya? Terlalu banyak waktu terbuang yang bahkan mungkin saya hentikan? Apakah tidak ada warna sama sekali di 2007 ini bagi saya? Tidakkah satu pun dapat menjadi refleksi dan renungan?

Ah sudahlah. Sambut saja tahun depan dengan gembira dan rasa optimis. Penuhi dengan mimpi-mimpi indah. Matikan segala stagnansi, bunuh semua duka, warnai semua yang masih kelabu. Dengan demikian, semoga setahun kedepan saya bisa menulis sebuah refleksi dan renungan yang indah menyambut 2009.

 

2008 akan sangat banyak kejutan bagi kita semua. Selamat Tahun Baru.

 

Ikut-ikutan Ndoro bikin komik.. :)) Komik lengkapnya di sini