Dilarang Mengaji

Almarhum kakek saya adalah seorang muslim yang dalam sudut pandang saya bukanlah orang hebat atau orang penting sama sekali. Cuma seorang tua yang menjadi kakek buat cucu-cucunya. Soal memahami islam, beliau memang punya ruang tersendiri dalam keluarga besar kami. Alih-alih jumlah kitab kuning yang tersimpan rapi di lemari-nya, atau soal doa-doa rajah, atau soal adat ini itu, bahkan memilih nama dan tanggal baik pun dilakoninya selama hidup. Dari sekian banyak waktu saya bersamanya karena memang beliau tinggal bersama saya, ada satu hal tentang beliau yang masih teringat baik di kepala saya.

Continue reading →

Objektif

Ayat Ayat CintaDulu sekali, pernah ada istilah beken “Shot The Message, Not The Messenger”. Bagaimana ngeshot message yang benar? Atau minimal coba-coba menilai secara objektif? Atau lebih ekstrim lagi – Belajar cuci otak??

Mungkin menonton film “Ayat Ayat Cinta” (AAC) bisa menjadi ajang latihan.

Tokoh Aisha yang islami, arab turki jerman tulen, kemayu, sopan, pendiem, akhlaqul qarimah dan istri yang sangat soleha impian semua pria muslim, diperankan oleh Rianti sang VJ MTV cantik, friendly, hip hip hura, juga terkadang seksi.

Tokoh Maria yang introvert, baik dan rendah hati, simpatik dengan kecintaannya terhadap Islam, walau bukan muslimah. Sosok wanita penuh luka cinta yang bisa menggugah pria-pria yang membaca novel AAC untuk memilikinya (termasuk saya). Diperankan oleh Carissa si antagonis sinetron-sinetron Indoonesia yang bengis, tak kenal ampun, suka teriak-teriak dan membuat ibu-ibu di mall bisa memaki-maki dirinya bila bertemu.

Tokoh Nurul yang putri pesantren, anak seorang Kyai ternama, baik budi, cerdas menggugah intelektual, kaffah dalam islam Indonesianya, mengingatkan saya pada ustadzah-ustadzah di mesjid kampung saya. Pemerannya adalah Melanie Putria yang mantan putri Indonesia, dengan keglamoran dan aktivitas selebnya yang macem-macem tanpa pakem.

Noura sang wanita penuh tekanan batin, terhimpit dalam penderitaan sehingga mengubahnya menjadi tukang fitnah yang keji. Dan Zaskia Mecca idola para lelaki “baik-baik” ketiban peran ini, model sekaligus aktris yang dianggap mumpuni dengan popularitas dan keteguhan budi muslimahnya. (Kenapa impian liar saya selalu membayangkan Zaskia sebagai BCL ditutupi kerudung?? :)) )

Fedi Nuril?? Kalau ini saya ga kenal.

Hanung Bramantyo, sang sutradara. Wah ini sih Mas Rumputeki lebih kenal.

 

Mumpung belum tayang, jadi persiapkan diri anda untuk berlatih seperti yang saya ungkapkan diatas. Menjadi objektif bukanlah tuntutan, toh ini cuma hiburan bagi penonton, duit bagi produser dan idealisme bagi sang Sutradara.

 

*sedikit hadiah yang keren dari Blog Mas Hanung :

 

Rianti's Eye