Berkurangulang Tahun

Kalau sudah masuk tahun yang baru, biasanya saya kepikiran sebentar lagi akan berulang tahun. Kalau dulu masih sekolah dan kuliah di sana, selalu mikir siapa yang akan saya traktir, berapa pleton dan bakal makan-makan dimana.

Tetapi kalau sekarang, justru malah mikir lain. Keinget emak pernah ngomong di telepon, “Dek, sayang umur…” . Yah, begitulah kalau beliau sudah nyinggung2 soal kuliah saya yang ga kelar-kelar. Benar juga sih, wong umur ini sebenarnya bukan bertambah kok. Malah kalau dipikir-pikir seharusnya umur itu berkurang.

Terus disusul pertanyaan lanjutan yang biasanya datang dari gerombolan Tante dan sepupu-sepupu saya, “sudah ngapain aja selama sekian tahun? Kerja sekarang dimana? Calon mu siapa?” Huayahh… mabok-mabok tewas dengan sejuta asa

Ulang tahun saya masih lama. Tapi kok ya serem ngebayangin kalau hari itu tiba 😐 .

Eh btw, hari ini ada yang ulang tahun? Setahu saya si nona bermuka Sunda ini yang berulang tahun (seriuss emang bermuka sunda, gw pernah ketemu di angkot Sadang Serang – Bandung kok.. :)) ) .

miyabi pose

Met Ultah Maria Ozawa 😀

Sekedar Perayaan? Jangan!

Sebenarnya malam tahun baru saya sudah memiliki rencana sendiri. Dengan berbekal motor pinjeman teman karena kebetulan saya tahu dia ada acara khusus dengan sang pacar, maka saya berniat untuk hunting ke kawasan desa seni Sangkring Art Space, sebuah lokasi di Nitiprayan, Bantul – Yogyakarta. Karena acara akhir tahun dalam event Biennale 2007 dipusatkan di sana. Tawaran berupa atraksi seni budaya – kontemporer, performance art, kampung lampion, pameran-pameran budaya lokal dan new media art yang sudah saya bayangkan jauh-jauh hari, menguatkan keinginan saya untuk menembus Bantul Yogyakarta yang berada di selatan walaupun saya harus berangkat dari kaki merapi di Utara Yogyakarta.

Sayangnya hujan turun, dan dengan berteduh di salah satu warnet – saya mencoba melacak tepatnya lokasi Sangkring Art Space tersebut. Dan wangsit pun datang melalui SMS di antara kesibukan saya meng-googling. Isi SMS tersebut menjelaskan undangan berkumpul di Manut Cafe untuk para blogger Jogja, dan apa acara selanjutnya ditentukan kemudian setelah berkumpul. A ha!! Saya bisa racuni teman-teman blogger Jogja ini untuk meluncur ke Sangkring, pikir saya >:) .

Ditengah perjalanan, informasi berubah. Anto mengabarkan tempat berkumpul pindah ke angkringan dekat Klebengan, utara Fakultas Peternakan UGM. Saya pun menyusul kesana dengan ketidaktahuan dimanakah letak Fakultas Peternakan UGM! Harap maklum, masih baru di Jogja. Ditambah lokasi kost saya di daerah Ring Road Utara, melengkapi malesnya jalan-jalan mungkin.

Singkat cerita, saya tiba di Angkringan yang dituju. Disana sudah ada Anto, Annots, Zam, Chow “Gun” Fat – Rozenesia, Arya dan Irsan (kalau tidak salah). Saya kecewa, kok sepi wanita?? Dan Anto menjanjikan wanita-wanita akan menyusul ke tempat pastinya acara akhir tahun digelar. Acara akhir tahun yang bagaimana? Hohoho.. jelas acara akhir tahun khas blogger ga ada modal. Yaitu gojek kere, dengan kafe murah meriah cukup luas untuk bergosip hangat seputar HP dan rukun blogger ke-5.

Dan acara akhir tahun itupun dipilih di Djambur Cafe. Sebuah kafe kecil menurut saya, namun menawarkan suasana yang pas. Lampu temaram, musik akustik dan Layar Tancap Infocus dengan siaran Astro TV. Lokasi yang cukup nyaman bagi para pasangan dimabuk asmara. Sedikit unik jika melihat setingan kafe ini. Diseting untuk nuansa romantis dengan beberapa kursi dan meja disediakan berpasangan dalam nuansa gelap-gelap rawan dibawah pohon rindang. Namun di bagian pinggir kafe didirikan 3 sawung dari anyaman bambu dengan kapasitas 7-10 orang. Saya jadi berpikir, bagaimana kalau ada pasangan yang mengambil tempat di sawung sebesar itu hanya untuk berduaan sementara kemudian ada rombongan seperti kami yang datang untuk kumpul-kumpul? Apakah si waitress bakal mengusir meminta pasangan tersebut pindah padahal sedang asyik masyuk? Cuman sebuah bayangan tolol dari otak saya saja.

 

Sedikit Photo di Malam Tahn baru

Kemudian malam berlanjut. Dihiasi lagu-lagu slow rock dengan versi akustik, ditambah siaran TV seputar film-film HBO dan Star TV, kami mulai gojek kere. Ditengah acara, Mas Alex juga ikut datang meramaikan karena beliau belakangan berkeluh kesah dengan sumpeknya ber-coding ria. Disusul kemudian Mbak Tikabanget. Gila si Mbak satu ini. Setahu saya beliau diopname. Tetapi dengar-dengar kabar, sehabis kabur dari Rumah Sakit, beliau sempat ke Surabaya, Ullen Sentalu dan rafting segala.

Tepat pukul 00.00 WIB, langit Jogja diwarnai kembang api dari berbagai penjuru. Di kafe Djambur pun ada perayaan kembang api sendiri. Plus suguhan kue tart dari sang pemilik Kafe kepada semua pengunjung! Bisa dibayangkan bagaimana partai blogger ndak modal ini mendapat suguhan gratisan.

Kembang-kembang api masih saja meletup-letup, dari yag kecil hingga yang besar. Sedikit aneh, karena kok saya ngerasa semua Kafe atau tempat nongkrong di Jogja saat ini seperti memiliki waktu versinya sendiri menyambut tanggal 1 Januari 2008. Walaupun Tuhan hanya menciptakan satu waktu, tetapi manusia bisa saja melihatnya secara relatif, namun tidak mungkin manusia memundurkannya bukan? Apalagi berusaha menghentikannya.

Dan acara tahun baru selesai. Usai sudah. Saya pun lupa meracuni teman-teman blogger ini untuk menuju Sangkring. Mungkin karena memang benar-benar menikmati kumpul-kumpul ini. Obrolan-obrolan ringan hingga yang berat habis dijajal saat itu. Tidak terlupa rencana-rencana yang lebih baik untuk si tahun baru 2008. Termasuk obrolan seputar bencana di Negeri ini, sekolah-sekolah murah, mutu pendidikan dan lain-lain. Saya sadar, memang mimpi-mimpi kita akan terlalu banyak dibanding energi dan waktu yang kita punya. Manusia sangat terbatas, walaupun berkumpul seperti ini pun masih sangat terbatas. Tetapi apakah tidak mungkin merealisasikan satu saja untuk sesuatu ide yang bermanfaat? ADA! Tunggu saja tanggal mainnya. Rekan-rekan blogger Jogja sedang mempersiapkan untuk satu ini 😉 .

Acara selesai. Dan waktunya pulang dengan segala mimpi-mimpi baru di 2008. Namun, untuk 4 orang gila tolol keren yang ada malam itu, ternyata acara belum usai. Masih ada sebuah keinginan singkat yang harus ditunaikan. Sepertinya semangat baru harus dipanaskan oleh matahari pagi pertama di tahun 2008.

Mari Coblos

Gajah ImutSudah 2 hari ini riuh ramai tentang Pemilu Ketua Ikatan Alumni Kampus GT™. Ramai sampai masuk Detik segala. Konsolidasi menggila dari para tim sukses kandidiat digelar di kawasan Jakarta-Bandung. Paling tidak itu kabar yang saya terima dari teman-teman di Bandung. Belum lagi iseng-iseng candaan YM, forum, milist, dan blog seputar “Jadi loe megang sapa nih?”. Megang apa toh? Kepala mereka?

Hari ini malah 3 sms masuk dari 3 tim sukses berbeda dalam HP saya berisi “asupan semangat” untuk memilih calon-calon ketua tersebut. Ada yang memakai SMS massal, ada pula yang dengan ramahnya menggunakan nama panggilan saya, “Rekan Ijal, untuk IA-ITB yang lebih baik mari bla..bla..bla..”

Sebenarnya saya sendiri tidak layak angkat bicara masalah IA2an ini. Saya kuliah disana juga tidak selesai. Walaupun kabarnya menurut AD/ART-nya status saya dianggap alumni. Saya belum baca AD/ART yang menerangkan bagian itu. Tetapi dari proses pemilu saat ini, memang mendukung untuk alumni tanpa ijazah mendapatkan hak suara. 3 cara pendaftaran pemilih yaitu,

 

  1. Memilki kartu anggota (keren lah, Credit Card Mandiri-Visa),
  2. Mendaftar lewat formulir calon pemilih dengan menyertakan Ijazah Kelulusan (saya adanya surat pengunduran diri..),
  3. Mendaftar lewat formulir calon pemilih dengan rekomendasi 2 alumni anggota IA sebagai penjamin (nah, yang ini peluang saya mendapat hak suara, begitu kabarnya..)

Karena adanya cara ke-3 ini, maka 5 petarung tersebut bersama tim suksesnya berlomba-lomba untuk mengejar alumni-alumni yang males mendaftar sebagai anggota, atau alumni yang males buka-buka tumpukan ijazah, atau alumni yang ijazahnya dijadiin jaminan utang. Oh ya termasuk juga model alumni seperti saya yang tidak ada ijazah, mungkin.

Hatta Rajasa sang Menteri contohnya, tim sukses nya menyediakan layanan daftar via email. Tinggal scan KTP, kirim via email. Terus nanti akan direview oleh tim sukses mereka, dan mereka akan daftarkan dengan 2 penjamin/rekomendasi dari mereka. Praktis dan benar-benar memanfaatkan IT dengan baik.

Ada juga si calon muda Zaid (angkatan ’96.. hebat semangatnya), teman saya yang juga alumni muda tak terdaftar, ditawarkan oleh tim suksesnya untuk menyerahkan fotokopi KTP. Dan nanti diurus proses pendaftaran sebagai pemilih. Cara keren menggaet kaum alumni muda.

Dan saya rasa sama saja dengan calon-calon lainnya. Disana ada Hengky a.k.a Triharyo Indrawan (Kepala BUMN REKIN), ada Ibu Betty Alisjahbana (CEO IBM Indonesia). Ada Boyke Minarno (setahu saya bapak ini Founder RPE Group Jakarta).

Tidak tahu apakah nantinya ketua terpilih akan membuat si GT™ kembali akan menjadi “Gajah Duduk”. Atau bisa menjadi “Gajah Terbang” sekalian. Tentunya semua orang punya harapan lebih baik di masa depan. Karena sudah jadi rahasia umum, si Ketua sebelumnya cuma bikin makan hati, IA -ITB hanya sebagai ajang lompatan ke kursi lebih tinggi di pemerintahan Indonesia Raya. Ujung-ujungnya malah tersangkut kasus korupsi tanker Pertamina.

Laksamana Sukardi“Mungkin ente Laks, bisa berkelit dengan ilmu hukum dan otak pintar ente. Tetapi rahasia umum tetap menjadi rahasia umum, Laks. Orang-orang yang terlibat dengan ente selama ini bisa menilai ente, dan jika Tuhan ada, maka dia juga Maha Tahu sekecil apapun kolusi korupsi yang ente buat…” (serasa ustadz gini gw..hahaha).

 

 

Alumni dari kampus yang dikata arogan. Ya, ini saya buat post ini, bukti kalau saya masih tersisa bibit arogan nya.. hahaha.. Kalau ngga percaya cek aja logo situs alumninya. Terbayang gambaran apa di benak anda?

Gajah Congkak Logo IA-ITB

Yah.. Inilah Lambang Situs IA Kampus GT™. Mungkin Menteri KDRI perlu mereview ulang logo yang lebih baik.

Lalu bicara harapan untuk calon-calon ketua IA yang akan datang. Sebenarnya apa dan bagaimana baiknya? Saya yakin semua calon memiliki ide-ide yang cemerlang. Ngga mungkin maen-maen, wong mereka ini lulusan Kampus GT™. Dan malah sekarang punya posisi-posisi penting dan kredibel di Indonesia Raya. Tetapi bukan itu hal yang terpenting. Bukan sekedar status mereka itu yang membuat mereka layak tentunya. Ada sebuah tanggung jawab sosial dalam membangun sebuah akselerasi alumni Kampus GT™ yang konon hebat-hebat itu untuk membangun bangsa ini. Karena miris jika mengingat kalau negara ini sudah cukup banyak dibodohi oleh orang-orang pinter. So, bagaimana calon-calon terhormat tersebut menyikapi ini?

“Bang Hatta mungkin? Kalau situ cukup konsisten dengan ide situ tentang Inovasi Radikal, saya yakin ITB bisa kasih gratis sekolah buat anak-anak pinter se-Indonesia suatu saat. Keren itu, bagi saya itu juga sebuah ide briliant. Tapi menurut saya, buat situ sih cukup dengan ngga maen catut IA untuk posisi 2009 saja sudah sebuah pencapaian besar.”

“Bang Zaid, ahh.. kau semangat kali pun Bang. Cem anak baru selesai Ospek aja ku liat. Tapi awak ni sepakat lah sama kau Bang. Memang kita-kita yang muda ni cuman jadi telor aja dari yang tua-tua selama ni, bang. Pokoknya semangat aja lah Bang yak..”

“Jeng Betty, aduhh jeengg.. Jeng Betty sangat keibuan sekali. Kok sampai malah bikin statement akan meninggalkan jabatan CEO IBM kalo terpilih ntar. Walah..walah.., jadi pengen saya punya mertua kayak situ. Eh, tapi jabatan CEO nya emang mau ganti yah..??

“Bang Hengky, Abang ini kuat juga support dari kaum alumni mudanya yak. Sampai bikin acara di cafe Bandung segala. Alumni muda gaol-gaol cerita-nya neeh, Bang??”

“Mas Boyke, wah kalo situ saya ndak kenal Mas. Cuman liat web situ ada dukungan dari BR. Sepertinya situ menjanjikan dengan ide entepreneurship-nya. Semoga lah yaah Mas,.. semoga bukan janji-janji lewat kayak si Om Laks dulu..”

Dan hari ini para alumni Kampus GT™ sedang mencoblos di beberapa lokasi Indonesia dan luar Indonesia. Lha, kok saya ndak ikutan? Saya beresin kuliah dulu, Dooeelzz..!! Berisik ah!!

 

 

 

Selamat mencoblos bagi rekan-rekan untuk IA ITB yang lebih baik bagi Tuhan, Bangsa dan Almameter, MERDEKA!

Update : Ya, selamat buat Bang Hatta yang menang dengan suara terbanyak.. Semoga Abang bisa membawa IA ke arah yang lebih baik…(dengan rasa khawatir dan ragu :-s )

Memeriahkan Hari Blogger Nasional??

Blonjo KupatSebenarnya mau review banyak hal disini. Tetapi karena bingung juga mau bagaimana me-review-nya, ditambah saya yang menuju lokasi kemarin dengan modal ASLI CAP FEKIR BENWIT™, maka no photo apalagi tiga grepe-nya.

 

Sebenarnya saya kemarin itu sedang ada kuliah tambahan sabtu. Dateng seperti yang saya janjikan ke mas Anto, sebelum acara dimulai dan TANPA KAPUCINO SEKARDUS . Saya sampai di sekitaran Puskom UPN jam 9-an. Ketemu ama Mas Annots, Ariz (kalo ga salah sebut, maaf..) dan Hardi (maaf jg kalo salah sebut nama, tapi tahunya si Mas ini dari UMY).

Setelah kuliah yang bikin ngantuk selesai, langsung berger ke … ATM dan mengambil duit, dan sarapan kesiangan karena emang blom makan dari Pagi. Hahaha.. sorry telat ..

Setelah itu baru ke Puskom UPN, sempat bingung juga, karena di peta awalnya hajatan bakal berupa pesta kebonn kitahh dihalaman depan tempat saya dulu ngedaftar masuk dan “jumpa pertama” dengan Mas Annots (halahh..kek judul lagu aja). [singlepic=12,320,240,watermark,right]Ternyata tidak di situ acaranya saudara2. Karena acara bergeser di ruang hotspot area puskom, bawah tangga deket kolam ikan (untung rencana Mas Kai mancing di kolam batal.. kalo ga kasian Mas Annots 🙁 ..di DO rektor ntar.. ckaka…).

Disana saya ketemu sama orang2 yang mungkin sempat saya singgahi blog-nya untuk numpang baca2, melihat aksi – reaksi blogosphere™ akan kasus2 dunia *tsahhh… Mengingat saya yang kurang gaul dan bukan tukang ronda ngelilingin blog tengah malem jadi ga semua temen di sana saya tau blog-nya. Tapi sepertinya kedepan bakal jadi tukang ronda beneran. Mau gimana lagi coba, kerjaan malam mulu siahh.. sighh… T_T.. .Tapi setelah mencoba 2 – 3 bulan ini, emang paling sehat itu ol malam sambil blogwalking! (lha iya tho, dari pada, muter2 nyari link bokep, .. mending ngejunk sehat! kekeke… <— tafsirkan sendiri..).

Jujur saja, saya orang yang suka lupa ama orang, jangan kan nama, wajah pun suka lupa kalo sekedar lewat ketemu sebentar. Kecuali kalo ama model Mas Annots, yang tiap hari bisa ketemu kalo numpang ngenet di warnet Puskom. Jadi buat rekan2 di Blonjo Kupat™, maaf kalo2 lupa nyapa pas ketemu di tengah jalan.

Tapi ada wajah2 yang akrab buat saya. Zam, megingatkan saya pada Ahmadinejad. Zazi, ini pasti inget karena paling imut diantara muka2 mesum tua. Mas Anto,..hmm sepertinya pernah liat disalah satu sinetron TV, lupa saya Mas. Mas Pepeng, wah kalo ini suhu mah, dari gelangnya juga udah pasti wajib diinget. Nico, nah blog ijo yang sering datengin blog nya rime, avatar blogspotnya itu lhoo,.. ganteng sekalee.. tak heran isi koment nya banyak awewe..ckaka.., jadi saya juga pasti inget. [singlepic=6,320,240,watermark,left]Kailani, wah link blog nya belum terdeteksi ama saya, tapi mudah dikenal dari kaos IGO-nya..huehue, semoga kaos itu terus dipake kalo ketemu2 saya lagi.

Buat yang lain maaf,.. mungkin bisa dengan dimulai nyampah di komentar blog saya, dan sukur2 saya bisa lacak anda sampai ke Prenster™. Kalo ngga, ya kita ketemu lagi di session berikutnya 😀 .

Dan tentang Pesta Blogger 2007 di Jakarta, no comment deh. Cukup obrolan saya di posting sebelumnya menjawab apa dan bagaimana pendapat saya tentang acara itu. Walaupun setelah mendengar report dari beberapa teman yang hadir, sepertinya memang begitu adanya anekdot acara PB2007 terjadi.

Dengan ditetapkannya Hari Blogger Nasional sehari sebelum Sumpah Pemuda, semoga bisa mejadi hajatan kita BERSAMA menuju Indonesia yang lebih baik dalam memajukan Media Internet sebagai salah satu kekuatan Pembangunan negeri Indonesia Raya. BERSAMA disini dalam arti untuk semua onliner, entah itu blogger, forumer, miliser, gamer, geekser, Adminer, cetinger, dan semua er er lain yang menggunakan media Internet.

Dan bagi blogger khususnya, semoga kita semua bisa menjadi blogger yang berguna dalam hidup kita sendiri, teman, lingkungan, masyarakat, dan bangsa ini.

Untuk photo2, saya copaste dari Annots dan Anto. Segera nanti dibikinkan Gallery (karena saya juga mau bikin..lumayan jadi ujicoba). So, stay chun on this Warung. Ohya, kelupaan, kalo mau liat review dari beberapa pendatang laen, silahkan ke link2 diatas. Lebih Seru review-nya!! 🙂

–UPDATE PHOTO– (..klik read more)

Continue reading →