1908

iseng MaiaSaya merasa aneh pagi ini. Entah bagaimana bisa-bisanya saya membuka blog janda menggoda itu di pembuka Mei tahun ini. MENGGODA? Hmm, bisa jadi. Paling tidak masih lebih menggoda daripada blog kebangetan ituh jika dilihat dari jumlah komentarnya.

Setahu saya angka 1908 adalah angka “keramat” yang berhubungan dengan bulan Mei. Dasar rejeki saya. Kalau sudah wangsit, memang ga akan kemana-kemana. Semoga Mei ini menjadi Mei yang indah buat saya, dan juga anda.

Btw, Selamat Hari Buruh buat semua.

Label Blog Lagi?

Blog WarSabtu kemarin di Kafe Djendelo, saya ngga sengaja malah mengulik hal “kemana aja lu, Mon!” bersama seorang teman. Ya kembali masalah label, terutama label blog. Apa pentingnya ngebahas itu? Pertanyaan sederhana saja, label apa yang anda sosorkan ke blog ini ketika mulai membaca dan mengenal blog ini? Semoga saja bukan label kalau si penulis adalah seorang residivis .. hahaha….

Continue reading →

Lesehan Mewah ala Bloger Yogya

Ketika sekelompok bloger berkumpul, bisa dipastikan bagaimana Total Kerusakan yang terjadi. Bahkan sebuah lobi hotel indah nan klasik pun bisa dijadikan lesehan!

Total KerusakanSemua berawal dari ketidakkenyang-an atas kopdar di malam sebelumnya (Sesungguhnya saya sangat kenyang malam itu..Gudeg Berporsi-porsi!). Dan dengan inisiatif tinggi, siang ituhâ„¢…, Mbak Tika pun menjadi Menkopul Kebangetan dadakan, menggantikan Pejabat sebenarnya yang sedang mencoba pertaruhan menjadi bintang film JAV terbaru di Ujung Kulon.

Continue reading →

Soeharto Lagi..??

Pak HartoMemang Bapak Pembangunan satu ini mengundang banyak cerita dan kontroversi. Dari sejak beliau masih menjadi kadet TKR, hingga sudah berakhir di alam kubur. Saya membahas beliau 2 post belakang, dan komentar yang muncul pun cenderung muales ngebahas beliau. Kenapa males? Apa karena kasus beliau lebih tidak menarik dibanding menggilanya gosip bahwa Dian Sastro ngeblog? (hee.. ini bukan gosip! Saya udah ninggalin koment 10 kali disana .. huahahahahah)

Lucu memang. Bloger yang notabene diharapkan menjadi “Suara Baru Indonesia”, malah lebih suka kisruh dengan ramai-ramai dunia mereka sendiri. Seleb – nonseleb jadi gunjingan trekbek bersama, anonim yang menyerang saja diributin, bloger palsu juga dipermasalahkan, komentar bloger ngeyel juga dilempari bareng-bareng, style ngeblog curhat atau agamis atau atheis atau ngesex bisa berujung bunuh diri, dan seringnya nyampah dimana-mana dengan komentar pertamax – keduax – pertamina – minyak tanah.

Lha terus bloger itu bagaimana dong, Mas? Hahaha.. ndak tahu saya. Saya bukan dewa-dewinya alam per-bloger-an. Wong saya juga masih suka nganu-nganu seperti yang tertulis diatas itu kok. Tapi “paling tidak” saya punya mimpi bloger itu tidak menjadi Suara Baru sahaja seperti didengung-dengungkan dahulu kala di Oktober 2007 oleh bapak Menteri kita. Tetapi juga bersuara dengan NURANI.

Nurani situ teriak apa ya monggo tuliskan. Nurani situ bergundah-gulana dengan harga tempe, ya hayuk kita kita ngeblog di angkringan. Nurani situ patah hati, ya sinih sharing-sharing bersama ngurangi beban (eh ini curhat juga ya namanya..?? :)) ). Terlebih lagi sangat bersyukur kalau nurani situ semua gatel pengen bikin sesuatu yang keliatan – bukan cuma nulis menghabiskan bandwith Indonesia Raya ini.

Lha saya kok jadi seperti bloger-bloger curhat yak.. ?? :)) Ga papalah, saya bukan sedang sedih, atau bete ini. Curhat kan ga selalu pas lagi bete atau patah hati. Atau jangan-jangan karena SMS saya ndak pernah dibales-bales (huss.. itu bukan urusan situ!!). Sekarang ini saya curhat sambil ber-du-di-dam-dam dengan hati senang. Kok bisa??

Continue reading →