Fly

Saya masih belum paham. Kenapa perempuan-perempuan manis itu yang dipajang di halaman depan web mereka. Kenapa bukan gambar pesawat atau interior dalam pesawat yang mengesankan kenyamanan.

Tampilan situs Airasia.com ini, mengingatkan saya dengan situs-situs dating, atau bahkan lebih mirip situs-situs escort service kelas dunia.

Escort Service? apalagi itu?

Google saja. Dan jangan kaget kalo anda menemukan tagsline serupa dengan diatas. Fly a queen to you”.

Menjadi KEPARAT beronani!

Kota Lama Yogya - Perak KotagedeSeorang sahabat yang jauh tetapi dekat di hati menitipkan pesan :

Tanggal : 04/8/2008 9:54 am

Subjek : ………………………..!!!!! ! ! ! ! ! ! ! ! !

Pesan : SAM LIKUM……!!!!!!
KEN ANGROK lakukan kudeta dan naik tahta pada usia +- 20 tahun mas…
AIRLANGGA bertahta atas garuda di usia 19 tahun…
TAN MALAKA udah memulai kekacauan diEropa umur 19 tahun, PAK DE….
bahkan SUKARNI yang akhirnya mau gak mau tak kagumi krn sealmamater(…hahaha) sudah mulai riweuh paciweuh di belantika sosial di angka 19 tahun……..OM”
yah sejumlah potret raja-raja (bisnisman) jawa (nusantara) besar dan sukses……….

APA YANG SUDAH KITA LAKUKAN DI USIA INI…..!!!!!!! KEPARRRAT”…,

Kalau saya? Sighh…sepertinya masih terus ber’onani’ menjelang renungan perak ini. Thanks Bro…!!!! Continue reading →

Anekdot Keluarga

dago plaza bandungIni cuma sepenggal cerita ketika saya di Bandung beberapa minggu lalu. Saya bertemu seorang teman lama di Cafe sekitaran Dago Bandung. Bisa dibilang teman dekat juga, jauh pun iya. Seorang teman masa SMU dengan pilihan jalan hidup dan profesi sekarang yang sama sekali berbeda dengan saya. Namun setelah kami bercakap-cakap sejak tengah malam hingga menjelang pagi, saya menyadari bahwa dia tetap seperti dulu, dengan hati nya yang gelisah layaknya saya.

Continue reading →

Detail Dagelan disingkat DD

Saya pernah diminta seorang client untuk Dumping (menumpahkan) data ke dalam sebuah account hosting. Accountnya sendiri cuman shared hosting (akun bagi-bagi dalam satu server). Dan begitu tahu task nya harus men-dumping 7GB data dalam bentuk CSV (data dalam bentuk text berasal dari excel), mata saya pun muter2 seperti ikon smiley YM. Bayangkan, satu file notepad 100 baris itu cuma berapa KB? Lha ini, Tujuh Giga bok! Mana server abal-abal pula. Saya jelaskan kalau dia butuh resources yang lebih untuk kebutuhan ini. Malah keras kepala, dan dia minta saya tidak usah ikut campur dalam aplikasi web atau apapun yang direncanakan. Akhirnya saya tegaskan kerjaan saya cuma dumping saja – ngga lebih. Dan dia sepakat, masalah aplikasi gampang bisa dia buat sendiri, katanya.

Untungnya si admin server memberikan koneksi SSH, akses khusus server yang memberi hak akses lebih ke dalam server. Mulailah kerjaan saya membuat file eksekusi untuk men-dumping data tersebut. Eksekusi file dijalankan di malam hari, sambil berharap si server di US itu ngga matek karena kerjaan aneh ini.

Kalau bicara masalah detail sebuah kontrak pekerjaan, sepertinya memang sering berada dalam ranah diam-diam. Kalau menerima pekerjaan yang saya sendiri sebagai Bos di dalamnya, saya tidak lupa selalu meminta detail dari client hingga sekecil-kecilnya. Sampai termasuk bagian-bagian yang butuh improvisasi dari saya sendiri. Karena tidak mau dibelakang hari malah menerima komplain karena kurang ini itu.

Itu baru posisi subcon atau outsource. Belum lagi kalau sebuah detail project yang ditangani secara kasak kusuk oleh tangan pertama dan pemerintah. Sering tidak jelas detailnya apa, tidak jarang salah asuhan terjadi disini. Si pembeli mintanya apa, si broker persepsi nya entah gimana. Walhasil, jika ada masalah, sering yang menjadi korban adalah si eksekutor project sendiri. Mungkin karena itu muncul namanya jasa konsultan, supaya ada pihak yang selalu memonitoring dan memberi masukan terhadap kelangsungan pekerjaan.

Kasus serupa tapi tak sama mungkin terjadi dalam sepekan ini. Sebagai developer yang dikontrak, mereka itu cuma mengerjakan sesuai dengan pesanan. Mengenai diskusi-diskusi si broker dan pembeli a.k.a pemerintah, itu bukan urusan mereka. Tetapi kondisinya jadi berbeda ketika muncul sorotan publik, si developer-lah yang menjadi kambing hitam pertama karena mereka langsung yang terlibat dengan product yang dipermasalahkan.

Tidak ada yang tahu sebenarnya dana gemuk itu benar-benar sebuah kegemukan yang sehat, atau malah kegemukan dengan cacing dan angin. Hanya si pembuat anggaran yang tahu, dan tentunya Yang Maha Kuasa. Rakyat sendiri akhirnya hanya menjadi penonton yang menikmati dagelan (lagi dan lagi) dari pemerintah.

Akhirnya saya mengucapkan selamat bekerja buat Mas Ardi dan rekan-rekan. Semoga semangat anda-anda tetap ada untuk hasil terbaik bagi kemajuan pariwisata Indonesia.

 

Oh ya lanjutan kisah saya diatas. Setelah data selesai didumping semua, gantian yang mumet adalah si empunya web geblek itu. Karena kelihatannya dia mau membuat semacam business directory list kalau melihat data-datanya. Istilah awamnya menuliskan sekian ribu juta data dalam kategori-kategori dalam selembar halaman web. Ya ngga masalah sih – mungkin saja dibuat. Tetapi ini dalam kelas shared hosting abal-abal dengan memori limited edition.

Pokoknya tugas saya selesai, tak tinggal tidur nyenyak ngebayangin si empunya maki-maki sendiri…