Lalu orang mulai berinvestasi dengan bebatuan

Entah bagaimana investasi bisa dibentukkan dalam bebatuan. Mungkin karena keindahan dan kelangkaannya? Tidak begitu juga. Kelangkaan bebatuan -disini gemstone- itu tidak pernah terukur.

Ada 3 hal mempengaruhi value sebuah gemstone: rarity, beauty dan popularity.
Rarity sulit menjadi ukuran investasi, karena klasifikasinya lebih sering jatuh pada subjektifitas dan rasa lokal. Sementara popularity, ini bicara soal demand, dibentuk oleh pasar. Maka peran makelar, broker dan rente penipu juga bermain-main disini.

Hanya beauty yang bisa diukur dalam nilai investasi secara technical.
Itu kenapa diamond, walau jumlahnya juga lbh banyak dr gemsotne lain, tetapi bisa tetap bertahan mahal harganya. Karena faktor technical dalam memotong, menciptakan clarity dan sepuhan adalah sebuah karya seni yang dinilai mahal.

Di luar diamond, ada kamus “Big Three” dalam dunia gemstone. Yaitu Ruby, Emerald dan Saphire. Lagi-lagi technical yang membuat harga-harga mereka bertahan di pasar lebih stabil. Kemampuan technical pengrajin dan struktur kristal bebatuan yg mendukung karya seni untuk diciptakan.

Kalau ingin bicara bebatuan yg langka, sekaligus indah dalam satu wacana, ditambah hanya bisa dipotong dan diolah pengrajin termahal di dunia, maka ada red diamond dan grandidierite. Disitu terlihat bagaimana nilai investasi ada makna cuan-nya, dari batuan yang 500 juta rupiah/karat bisa menjadi harga 15 Milyar/karat.

Lalu gemstone diluar itu gimana? Kan lagi hipster itu di daerah-daerah…

Yaa mari melihat kembali lagi ke teori investasinya.
Kalau hangat2 taik ayam dimainkan broker lokal dan rente penipu, paling bertahan dalam beberapa tahun, atau mungkin dalam bulan ke bulan ketahuan juga.

Setelah poin “rarity” dan “popularity”nya seimbang, maka nilai investasinya akan anjlok, karena memang tidak memberikan nilai lebih. Jangankan bicara soal seni memotong atau perkara artistik lain, menjadikan batuan itu sebagai jaminan KPR pun tak bisa .

Tersisalah para pemilik yang menangis darah seperti masa 10 tahun lalu, ketika tanaman-tanaman bunga “gelombang cinta” cuma membuat banyak hektar sawah terjual percuma.

3 Comments

  1. trend ini sebenarnya hanya sebentar saja, tapi aku yakin nanti beberapa tahun lagi akan kembali bersinar.

    Halo semuanya.
    Salam kenal, aku dari Ellmine Shop

    Terima kasih untuk informasinya yah dan disini aku mau info saja kalau aku menjual Pakaian Ex-Display, Baju Bekas Import dan Pakaian Second Import.

    Langsung saja cek di https://www.instagram.com/ellmine.clothing/ atau klik langsung disini > Ellmine

    Sudi mampir yah kawan – kawan =)

    Thank you.

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.