"Itu ada di Detikcom, Yang Mulia"

Dalam banyak komunitas di dunia maya, Detik sering dipelesetkan sebagai media yang “basbang”, yang juga berarti “Basi Banget”.

Tetapi tidak begitu menurut Artalyta alias Ayin, si tersangka dalam kasus penyuapan Kejaksaan Agung itu. Dalam sidang hari ini, dengan gaya menjawabnya yang berbelit-belit, ternyata Detik harus berterima kasih ke Artalyta.

“OK. Dari pembicaraan itu, Anda sepertinya tahu persis perkembangan kasus BLBI II. Anda tahu dari mana?” kata Andi (Hakim Andi bachtiar -red).
“Itu ada di detikcom, yang Mulia,” kata Artalyta.

Hebat! Bermodal membaca Detik saja, Ayin bisa tahu seluk beluk kasus BLBI II sedalam itu. Selamat buat Detik. Sekaligus selamat bekerja mengumpulkan arsip berita BLBI untuk di crosscheck dengan rekaman Ayin.

Tapi jika merujuk logical fallacy, sebenarnya pernyataan itu juga tidak menjawab pertanyaan Andi. Pintar sekali wanita satu ini berkelit-kelit dalam menjawab pertanyaan hakim.

Sepertinya Arya harus traktir saya untuk kemajuan Detik satu ini.

28 Comments

  1. secara diriku adalah generasi detik dan bukan lagi generasi kompas. maaf ngiklan… kekekeke….
    [sambil meratapi nasib pekerja kantoran]

    Reply

  2. *ngakak*

    Internet sudah jadi asupan agaknya πŸ˜†

    Err… t…tapi fenomena itu bukan monopoli Tante Artalyta yang pandai menjalin hubungan macam mom-mom di MILF dengan petinggi negara itu tho?

    Saya juga melihat hal demikian ada di ranah blogosphere. Misalnya saja jawaban, “Silakan anda cek di wikipedia” dan “Merujuk ke wikipedia bla bla bla…” atau “Lho, itu kata wikipedia lho!” yang bertebaran di banyak diskusi. Silakan ganti wikipedia dengan apapun: encyclopedia britannica, misalnya. πŸ˜€

    Padahal semua itu tetap saja referensi belaka adanya, IMHO πŸ™‚

    Oh ya… saya juga numpang mengucapkan selamat pada wiki-wiki dan segala ensiklopedia yang mumpuni dan (bagi sejumlah homo sapiens kadung dianggap kebenaran mutlak) itu :))

    Reply

  3. untung saja jawabannya bukan dari : Simbah Google !

    Secara, saya yg salah satu mahasiswa UGM sangat tidak suka jika Plofesol saya dijadikan acuan oleh para penjahit itu.

    UGM = Univesitas Google coM

    .::he509xβ„’::.

    Reply

  4. @alle
    *tendang aLe

    @zam
    detik itu adalah temennya kompas… :>

    @tikabanget
    hai tika? *winkwink*

    eh, ini bukan blog saya ya…
    *doh, dasar ciken apdet*
    *ngabur*

    Reply

  5. Hahahaha…
    Ayin emang top deh kalok berkelit! Kenapa divonis cuma 5 tahun ya, kurang banget tuh?
    Tapi bagi pengguna internet awam, detik itu digemari lho.

    Reply

  6. satu sisi kita patut bangga, ternyata koruptor2 negeri ini memang sudah melek teknologi. jadi penegak hukum harus bisa mengimbanginya. πŸ™‚

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.