The Course of True Love Never Did Run Smooth

Di kala berita kenaikan BBM makin riuh, dering HP butut ini mengganggu keseriusan saya mengolah kode-kode. Sebuah nomor yang pernah saling kontak beberapa minggu lalu, kembali memanggil-manggil. Phonebook saya menyimpan nomor ini atas nama seorang lelaki, tetapi saya tahu benar pemilik nomor sebenarnya adalah seorang wanita cantik, kekasih lelaki itu. Dan lelaki itu adalah sahabat saya.

Saya tidak mengerti kenapa wanita ini masih ada di sampingnya hari ini. Padahal sebelumnya saya mendapat kabar mereka berpisah, karena orang tua yang tidak merestui.

Tidak, saya tidak mengatakan itulah yang dinamakan kekuatan cinta. Terlalu tinggi nilainya untuk dibahas di ruang gelap ini. Yang saya tahu hanyalah itung-itungan idealis dan pragmatis untuk segala hal, termasuk yang satu itu, cinta. Urusan “merasa” satu ini bak danau cemerlang menggambarkan dasarnya yang berbatu. Tetapi kita tidak akan pernah tahu pasti dalamnya sebelum menceburkan diri merasakan dingin air, berusaha menjejakkan kaki di dasarnya sampai kita mengigil karena paduan suhu air dan udara terbuka.

Beberapa bulan belakang, si lelaki bercerita tentang bagaimana hidupnya yang sudah lengkap terasa tidak lengkap tanpa kehadiran si wanita. Dari ceritanya, wanita itu memang istimewa. Saya mengakuinya walau hanya sekilas melihatnya ketika berjalan turun dari bis di kota ini. Dia persis seperti ungkapan Shakespeare dalam lakon Romeo dan Juliet, “If -It is the east, and Juliet is the sun” .

Waktu berjalan, alur berubah, sebuah kebosanan melanda. Pengakuan sahabat saya bahwa dunianya tiba-tiba serasa sempit, tidak ada waktu bersama teman-teman, atau menikmati socialite dan hobinya pun tidak bisa karena besarnya cinta itu membatasi gerak dan hari-harinya. Bagaimana pun juga, gelisah hati tidak bisa bersembunyi dari pemilik hati lainnya. Sahabat saya mengabarkan perpisahan yang berat oleh si wanita. Well, kadang cinta memang seperti itu, sobat. Nikmat tetapi juga laknat.

Terakhir kabar saya dengar, sang sahabat ingin memastikan ke otoritas lain di hidupnya soal rencana-rencana masa depannya dengan si wanita. Dan bagai kisah Siti Nurbaya, restu tidak diperoleh. Kegelapan dunia diatas kepalanya seperti ikut membatu dalam pikiran saya. Dan janji untuk hadir di kotanya selalu muncul dari mulut saya namun berujung tidak pernah terlaksana. Satu hal yang membuat saya heran, kapan sang wanita kembali ke pelukannya? Hahaha.. wanita oh wanita, makhluk incestuous inconstancy seperti gerutu Hamlet kepada bunda-nya, “Frailty, thy name is woman!”

Dan malam kemarin, hanya rasa kaget yang menyertai saya dari pembicaraan telepon itu. 080808? Ah, apa sahabat saya sudah berada dalam rencana yang gila? Bukankah dia sendiri berujung pada kebosanan, lalu dilanda kemarau tanpa hujan restu? GIlak! Selalu saja ada kejutan yang disampaikan pada saya soal asmaranya. Dan dari pembicaraan semalam, sepertinya ada gurat gelisah yang mengharuskan saya mendengar langsung akhir dari kisah ini, mungkin dengan sedikit melankolia -tanpa wanita itu tentunya.

Setiap cerita dari jalan hidup kita masing-masing sudah ada dalam plotnya, sobat. Plot yang mungkin sudah kita rencanakan dan doakan tanpa sadar. Seperti doa lama ku dulu, ketika kita masih bertarung dalam ruang-ruang rapat kampus. Ingat? Kau disana bersama pacar ku, aku di sisi satunya lagi, dan sosok lelaki yang mantan pacar ku pun ada di ruangan itu. Aku teringat malam itu, serasa perang urat syaraf bukan soal aksi pendidikan esoknya, tetapi bagaimana mengaduk-ngaduk dialektika supaya stabil dan diam-diam menyerang ego masing-masing dari kita.

Benar ternyata. Kita tidak pernah dewasa dalam hal ini. Atau memang sebenarnya tidak ada kata dewasa untuk urusan satu ini, mungkin buta atau apalah itu namanya –Ecco perchΓ© non ho mai scommesso su di esso, Fratello

Seperti pesan Shakespeare dalam lakon lainnya “The Merchant of Venice”.

“But love is blind, and lovers cannot see”.


PS : Tem, gw selalu ingin menuju Venesia sebelum ajal tiba, bukan Jakarta…hahaha..

*Judul post ini diambil dari salah satu scene “A Midsummer Night’s Dream”, yap… Shakespeare lagi.

23 Comments

  1. eh, dia mau merit atau justru bubaran? yang 080808 itu apaan? 8 agustus 2008?

    ah, whatever. orang2 galia memang gila. demi jupiter! :))

    *komen ngasaaallll….aku stress, bandwidth lilit exceedeed lagiiii :((

    Reply

  2. Masalahnya, cinta tidak pernah didokumentasikan secara akademik dan obyektip. Sebailknya, cinta justru direkam dalam roman-roman mendayu-dayu yang tidak realistis.

    Akibatnya begini, people never learn about love.

    *ini nyambung nggak, sori, postinganmu berattt*

    Reply

  3. Cinta?
    Kadang emang sulit dicerna.
    Mengaduk2 hati sampe ke usus, bikin uring2an.
    Ini cinta ato keracunan yak? πŸ˜€

    Reply

  4. Cinta memang tak bisa didefinisikan.
    Tapi untuk mengambil keputusan sampai ke jenjang pernikahan, tetap harus berpikir rasional, karena tak sekedar untuk dua orang, tapi juga akan ada anak yang memerlukan perhatian dan perlindungan.

    Reply

  5. Definisi cinta itu sendiri apa, Lek?

    Bagi saya kok absurd benar ya? Merasa cinta itu ada cuma kalo lagi musimnya jatuh cinta, seperti siklus tidurnya beruang di musim dingin…

    Saya “agak” skeptik sama the so-called Love itu. Begitu dinamis 😐

    Reply

  6. ceritamu mbulet ki, jal.. πŸ˜€
    ah, semakin banyak gw menyaksikan lajang-lajang di sekeliling gw berjatuhan, menyerahkan diri untuk satu wanita yang sama seumur hidup.
    MAN DOWN! MAN DOWN! :))

    Reply

  7. @anto : sesekali ga papa lahhh πŸ˜€

    @alex : susah emang buat cowo ganteng untuk jatuh cinta sekali saja hihihi 😐

    @yudhis : yeahh.. again, one man down!! tenang, brur..gue ga berperang untuk hal2 kek gini… perang yg laen masih banyak hrs di urus!

    Reply

  8. ” Ingat? Kau disana bersama pacar ku, aku di sisi satunya lagi, dan sosok lelaki yang mantan pacar ku pun ada di ruangan itu”

    duh lek.. kata2 itu membingungkan . .bener suwerr
    itu yang ngomong kamu atau si ceweknya :D:D

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.