Magic Works

Semua penggemar Harry Potter pasti tahu sebuah kisah persahabatan unik antara Hermione dan Ron. Ditambah bumbu-bumbu asmara ala anak muda juga tentunya. Tokoh Ron Weasley, sudah terlihat akhil baliq dan mulai ada “rasa” terhadap Hermione sejak buku atau film ke-3, The Prisoner of Azkaban. Tetapi bumbu asmara keduanya baru terasa pedas di seri ke-4 cerita tersebut, The Goblet of Fire.

Dalam filmnya, Sebuah scene bagus dimainkan 2 tokoh muda ini ketika Hermione menangis usai Yule Ball, sebuah pesta dansa lintas negara dan ras (sejujurnya sebuah nilai anti Rasism disampaikan dengan baik di seri ke-4 film ini).

Hermione yang tampil cantik sekali malam itu, kesal luar biasa dengan ucapan-ucapan sinis Ron, ngdumel seolah-olah tidak setuju Hermione yang berdansa dengan Victor Kraum -jagoan sihir muda tamu dari daratan Eropa Utara. Sederhana alasan yang dibuat-buat oleh Ron, karena Kraum musuh Harry dalam lomba Triwizard. Padahal jelas digambarkan selama pesta dansa berlangsung, Ron sangat cemburu saat itu. Sampai-sampai teman wanita-nya berdansa ikut menjadi kesal.

Usai pesta, Hermione melabrak Ron dengan emosi yang luar biasa karena terus dikata-katai oleh Ron yang terlihat jumawa sok cool-butuh-tidak-butuh. Ron menuduh sinis Hermione yang mau-maunya dimanfaatkan oleh Victor Kraum. Jelas Hermione berteriak marah

“How dare you! Besides I can take care of myself!!”
“I doubt it. He’s way to old”
“What?! What?!! If thats what you think?!!”
“Yeah, thats what I think”
“You know the solution then don’t you?!”
“Go on”
“Next time theres a ball, pick up the courage and ask me before somebody else does! And not as a last resort!!”
“Well, thats, erghh.. I mean thats completely off the point!
(Harry datang cuma diam..)
“They get scary as they get older..! (celoteh Ron ke Harry)
“Ron, you’ve spoiled everything!!” (Hermione berteriak dan menangis..)

Dan berakhirlah malam dansa yang gagal bagi ketiga sahabat itu. Termasuk Harry yang juga patah hati melihat Cho berdansa sepanjang malam bersama Cedric. Scene ditutup sebuah lagu yang sendu nan indah mengiringi Hermione yang menangis di anak tangga.

Sebenarnya tadi saya mau menganalogikan roman sial Hermione dan Ron ini sebagai analogi drama politik Indonesia sekarang ini. Seperti drama politik antara calon-calon independen dan partai politik yang suka malu-malu dan saling menyerang. Saya mau membahas hal itu tadi. Tetapi sayang, saya keburu mengantuk sekarang setelah bergadang semalaman.

Toh, biasanya ribut-ribut antar birokrat itu sekedar bergaya cool sok wibawa depan rakyat saja. Setahu saya para calon independen dan partai politik itu biasanya juga akan duduk bersama nantinya, menghitung-hitung untung sesama.

Seperti akhir kisah Harry Potter, terbukti sihir tertua bekerja untuk Hermione dan Ron. Keduanya hidup bahagia bersama sampai akhir cerita. The Old Magic Always Works.

Menarik selimut diiringi “Magic Works” – OST. Harry Potter “The Goblet of Fire” by Patrick Doyle. Bermimpi menemani Hermione di anak tangga.

And dance your final dance
This is your final chance
To hold the one you love
You know you’ve waited long enough

Believe that magic works
Don’t be afraid
Afraid of bein’ hurt
No, don’t let this magic die
Ooh, the answer’s there
Yeah, just look in her eyes

14 Comments

  1. huanjrit…..

    keren oey.,…

    ya aku inget perkataannya err-my-knee yang

    “Next time theres a ball, pick up the courage and ask me before somebody else does! And not as a last resort!!”

    seorang teman ataupun kekasih nggak selalu bisa diandalkan dan dijadikan pegangan disaat terakhir… karena mereka juga butuh seseorang yang bisa diandalkan… dan seseorang utuk dijadikan pegangan… bahkan sebelum saat-saat terakhir

    Reply

  2. wah intinya… satyu postingan ini saya hanya tertohok di bagian

    “Next time theres a ball, pick up the courage and ask me before somebody else does! And not as a last resort!!”

    ini sahaja… 🙂

    Reply

  3. hahhh HarPot.. huhhh saya sbnrnya pengen dia (hermione) ma harry, tapi too good to be true kan.

    Saya suka lagunya pas bagian ini,
    “Believe that magic works
    Don’t be afraid
    Afraid of bein’ hurt
    No, don’t let this magic die
    Ooh, the answer’s there”

    Jangan takut jatuh cinta (lagi)

    Reply

  4. abdi mah belum nonton eta pilem..
    tapi besok coba ah cari filmnya.

    *bisa,bantu apa mas lex???
    insya allah*

    Reply

  5. @ocha: wah aku ga setuju kalo ama Harry. Kenapa? soalnya dari awal cerita, kalo kamu jeli, emang sudah di set oleh JK Rowling ada semacam chemist diantara 2 tokoh, ron – Hermione. 😀

    @bakulsempak : bantu ngangkat2 sound system 😀 . hhehe… ntar lah di obroling, Wis.

    @palin love : ya kira2 itulah intinya..

    Reply

  6. Leksa…. kenapa tiba2 aku padamu yach… Hahaha, jangan… Pacarmu gak usah takut… kamu gak aku apa2in kok… Kagum ajah… 😀

    duhhh, aku gak suka harry potter… terlalu ngayalllll banget…
    tapi gue sukaaaa banget kata2 lagu itu…. Masyaolohhhh… kerennnn…

    “Believe that magic works
    Don’t be afraid
    Afraid of bein’ hurt
    No, don’t let this magic die
    Ooh, the answer’s there”

    Ahhhh, bener! Jangan takut jatuh cinta (lagi)…

    Reply

  7. @kutaraja: ga ada salahnya ditonton… toh emang bagus dalam versi saya…

    @mbak Silly : wew… nyasar juga ke warung saya… don’t be afraid? well, masalahnya selalu ada tokoh sihir yang justru mati karena sihir :p

    @taruma : met dateng… menurut saya segala drama, tergantung situ melihatnya..

    Reply

  8. intinya sih kalo dari adegan itu, jadi cowok harus berani. ngajak ngedate kayak menghadapi ujian aja ihihihi… :))

    Reply

  9. Harry Potter used to be my favorite, but some how, i still love that sh*t,hahaha. A very well of J.K. Rowling, don’t U guys thing so? anyway, that kind of magics actually do happen around us. But, since most of us no longer kids anymore, that happiness seemed so far away…

    Let the magic of happiness bring us to be a better person, amen…

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.