Menara Gading "The End"(Part Two)

Jembatan CipularangKita lanjutkan lagi cerita Menara Gading. Dan sepertinya saya perpendek saja cerita ini. Pendek dalam versi saya tentunya. Saya tumpahkan saja semua di postingan ini buat yang nagih cerita di Bandung ditulis segera. Dan saya pun kemudian bisa kembali menulis “lucu-lucuan” isi dari kepala ini.

Malam pertama di bandung saya menginap di tempat teman, basecampnya teman-teman alumni SMU. Dan esok paginya, Jumat, adalah hari yang tidak menyenangkan. Kenapa? Ya saya bermalas-malas-an saja di kost teman itu. Lumayan internet gratis. Hebat kost-kost-an sekarang, sudah ada internet. Murah dan cepat.

Siangnya baru menuju kampus. Masih ada janji ngobrol lagi di Persma. Sementara jadwal saya ke Selontongan ditunda lagi. Selontongan itu tempat kumpulnya teman-teman dari Jadewall Design. Dogolz sebenarnya menunggu saya disana. Tapi ya sudah, masih ada esok pikir saya.

Eh, sesampai di kampus itu siang harinya, saya kangen soto tampol di belakang kampus. Yap, nama soto ini sih sebenarnya bukan itu. Cuma teman saya Ijul si anak Seni Rupa itu memberikan nama ini, karena “kebiasaan” si bapak penjual yang memegang mangkok dengan jempol tercelup di dalam soto ๐Ÿ˜ . Sebenarnya ga gitu-gitu amat sih. Saya saja jarang mendapat taste tambahan jempol dari si bapak. Karena tanpa jempol itu pun sotonya sudah luar biasa membuat saya nambah 2 piring nasi. Soto daging dan babat nya itu, lho..hmmmm.. kerasa bumbu gurihnya sampai di usus (lebay deh.. :)) ). Apalagi sambelnya. Beuh, bisa bikin mules perut setelah selesai santap. Temen saya Ijul itu, punya ciri khas beda kalau makan di soto tampol ini. Sambel bukan dicocol ke dalam mangkok soto. Tetapi dibalur PENUH menutup nasi dipiring. Edan! Saya pernah mencoba tips makan si Ijul ini sekali dua kali. Mantaps surantap. Efeknya terbawa-bawa sampai besok hari. :))

Tongkrongan hari itu juga masih di komplek Sunken Court ITB. Semacam daerah yang dihuni oleh unit-unit mahasiswa di kampus ini. Kalau sudah disini, tempat tongkrongan bukan cuma di Persma lagi, tapi bisa berpindah-pindah dari satu unit ke unit lain (yang saya nyaman di situ tentunya). Sekedar bergosip dan cuci mata. Pas sore hari, kalau tidak salah lihat, dari kejauhan sempat mata ini tertuju ke pojokan PSIK ITB. Ada wanita yang gesture dan pembawaannya saya ingat banget. Seperti mantan pacar saya. Ah, tapi peduli amat. Saya masih tetap melanjutkan ngobrol di pojokan lainnya bersama anak-anak. Dan ternyata datang laporan dari ujung pojok sana. Benar itu si mantan. Sayangnya saya ke Bandung bukan buat ketemu dia ;)) .

Sepanjang siang, seseorang disana ngakunya sedang beli sepatu. Haiks. Kenapa harus se-special itu sebuah wisuda. Bukankah tadinya mengaku tidak menikmati sama sekali wisuda ini? Biasa saja dan ngga ada istimewanya, katanya. Tetapi naluri tetap saja naluri. Kalau memang senang, bukan tersebut oleh bibir. Tetapi di kelakuan. Buktinya, bela-belain belanja sampai maghrib -dari pagi- hanya untuk sebuah sepatu di hari wisuda. :))

Dan maghribnya, mendadak Nuri yang cantik itu sms saya menanyakan sedang berada dimana. Memang saya sudah janji mau mencicipi bulan dalam capuccino bersama dia :)) . Dan tidak tanggung-tanggung, benar-benar dateng tuh anak bersama segelas kapucino yang masih hangat. Matur Nuwun sangat, Nur. Klop dah ngobrol– ngalor ngidul dengan kapucino dan rokok kesayangan-mu itu. Tetapi kok rasa kapucino-nya lebih seperti coffemix yak 8-| . Tapi tidak apa-apa. Yang penting pembukaan obrolan rindu kita selama ini terjawab. Tsahh….

Sabtunya hari wisuda. Ya ya ya.. saya tidak tertarik untuk photo-photo. Dan cuma menumpang di frame-frame kamera orang lain. Sempat ketemu si Ibu Ani dan Cleffy. Waktu itu saya sedang bersama ibu guru Puti. Janjinya emang saya mau bicarakan project web-nya dia untuk relawan buat sekolah itu. Walau tidak lengkap, karena terpotong wara wiri sebagai penggembira wisudawan/wati, termasuk Ani yang juga wisuda, tapi project ini sudah setengah jalan kami diskusikan. Dan sekarang sudah online saya kerjakan sampai postingan ini tertulis. Semoga segera selesai di antara waktu mepet saya Put, dan mimpi-mimpi kamu segera tercapai buat yayasan ini. Ini beneran doa dari gue – ga cuma doa buat lo bisa ke USA doang :p.

Pas wisudaan, saya bela-belain ke gerbang depan kampus. Adatnya di kampus ini ada arak-arakan oleh para junior himpunan mahasiswa. Dan kadang ada berantem-berantemnya. Kalau dulu, jaman saya tingkat 1 dan 2, ajang berantem ini selalu ditunggu. Wess,.. selalu ramai penonton :)) . Ya ini cuma kultur. Walau tidak kurang bisa menyebabkan satu dua orang masuk RS Boromeus juga. Sekarang sudah tidak sebegitunya. Tetapi kemarin itu sempat ada clash sedikit antara Himpunan Sipil dan Terra Geofisika. Lumayanlah,.. sudah lama saya tidak lihat beginian ;)) .

Ohya, saya mendadak grogi tidak berkutik ketika sampai ditempat “tujuan” – gerbang depan. Hilang pikiran. Dan alhasil sama sekali tidak sempat photo-photo sama wisudawati cantik itu. Ah,..sudah lah.

Lanjut, hari itu berjalan lambat. Saya bareng teman-teman yang menjadi penggembira wisuda cuma menunggu berbagai prosesi dan perayaan. Memang kita cuma mau bertemu teman-teman terdekat yang sedang wisuda saja.

Ohya, ada cerita lucu. Jadi gini, saya punya seorang mantan dosen yang paling saya hindari dulu. Karena memang dulu berkasusnya sama dia. Saya sempat melihat dia pas hari wisuda kemarin. Dan seperti tebakan saya, dia mengalihkan pandangan serasa tidak kenal saya. Pak.. pak.. wong mantan anakmu ini cuma mau bertamu kok :)) . Tetapi ketika saya mengiringi wisudaan teman-teman saya di Himpunan Tambang, saya malah bertemu dengan salah seorang dosen yang saya hormati juga. Pak Ridho namanya. Saya kaget, beliau menyapa saya “Hey Jal,.. kamu sekarang dimana? Apa kabar?” Dan terjadilah obrolan-obrolan singkat. Berkisah tentang saya yang sedang mengais ijazah di Ndalem Kesultanan Cahandong Yogyakarta, sampai urusan kerjaan dan pertambangan dan Indonesia. Serasa di rumah sendiri ๐Ÿ™‚ .

Oke, sorenya. Menjelang maghrib, tiba-tiba entah bagaimana saya terjebak dengan si Jeung Nuri lagi dalam sebuah kedai kopi. Gila. Ini cewek padahal tadi masih kebayaan ala Bali pas wisudaan tadi. Tetapi sekarang sudah dengan baju kaos dan celana pendek melanjutkan ngopi kemarin malam yang belum selesai. Sampai pindah tongkrongan 3 kali :)) . Dan seperti biasa selain kopi dan rokok, yaitu onani pikiran. Ditempat tongkrongan ke-2 sempat ketemu sama pacarnya Hanna, Dian namanya. Nambah ber-onanilah kita. Mumpung bertemu narasumber urusan Teologi dan Islam :)) . Dian ini antek-anteknya Cak Nur dari Paramadina ;)) . Hampir saja tempat tongkrongan berpindah ke lokasi Mushroom ๐Ÿ˜ malam itu. Syukurlah, saya dan Nuri cuma berakhir tongkrongan di Batagor Goreng emperan di bawah Jembatan Cipularang. Malam yang hebat, Nur. Thanks by the way. ๐Ÿ™‚

Dan esoknya, waktu saya berkumpul bersama Batagor. Dalam rangka undangan Kang Harry untuk bermain-main di Tahura. Bermain sambil bersih-bersih hutan. Acara diramaikan oleh MTV yang diminta si Zam itu. Bodohnya saya datang karena mewakili CA. Padahal, saya juga masih masuk itungan urang Bandung. Karena satu-satunya berasal dari Yogyakarta di saat itu, didaulat lah saya untuk diwawancara MTV. Arghhh… saya ga bakat kalau urusan di depan kamera. Lebih menyenangkan ada di belakang kamera ๐Ÿ™ . Disana ketemu sama rombongan Angingmammiri yang terkenal itu. Ada Rara dan Ina dan teman-teman Makasar yang datang dari Jakarta. Ketemu juga kang Edy yang ngakunya caplang itu. Tapi beneran postur dan gesture kang Edy ini mengingatkan saya pada teman saya yang dipanggil “caplang” juga ;)) .

Selesai dari Tahura, berlanjut ketemu Rendy Qwords.Com. Menunggu hujan sekaligus mengambil jatah kaos :)) . Curhat sana sini, ngobrolin kerjaan dan mendadak saya ingat harus kumpul bareng Puti di markasnya buat urusan si Yayasan. Sayang saya tidak jadi kesana ๐Ÿ™ . Telat sih, dan akhirnya… malah nyasar lagi di gelap nyawang bersama Nuri (lagi) dan Mas Oki. Bermuntahan lah lagi obrolan dari Neo-Darwinisme hingga Psikopat :)) .

Seharusnya senin saya kembali ke Yogya. Tetapi menyisakan sedikit waktu di kala siang bersama Imoth, sekaligus mengurusi nomor IM3 saya yang ilang itu di BEC. Dan karena kangen gado-gado Teuku Angkasa, kami makan siang disana. Harry dan Lerry juga menyusul kesana. Gado-gado ini terkenal lho. Kelezatannya sudah dicicipi sejak orang tua mantan pacar saya masih pacaran :)) . Saya juga dulu sering kencan makan siang di sini. Dan lebih aneh lagi, orang-orang kantoran berpasang-pasangan sex after lunch pun banyak yang kesini .. Itu gosipp .. husshh… :-$ Dan makan siang ini diakhiri dengan hujan besar yang membuat saya menumpang payung berdua dengan Harry.

Demikian saudara-saudara. Hutang saya lunas. Dan sepertinya urusan curhat colongan seperti di postingan-postingan sebelumnya selesai juga sampai disini. Tidak perlu dilanjutkan. Karena menara gading saya ini terlalu bagus untuk sebuah makian dan gundah gulana hati.

Photo-photo diupload di album saya, nanti tapi. Bawaannya lagi males :p. Thank’s a lot for all my friend in Bandung. Bakal nunggu lama agar tabungan saya penuh lagi untuk bisa maen kesana bersama-sama kalian ;).

27 Comments

  1. panjang beneeeerrrrr….d’oh!!!

    eh soto tampolnya….sumpah caramu nyeritain gimana jempol si bapak NYEMPLUNG ke mangkok….alamak, bikin perutku mulessss…

    hoeeeekkkkkk….:(

    Reply

  2. 1. venus
    Mau nyoba Mbok kapan2 ;;) ?
    saya kasih tute map nya ntar ๐Ÿ˜€

    2. edy
    SIAP kang,..
    benerang, saya jadi berpikir kalo “caplang” itu sebuah identik dari gestur tubuh ๐Ÿ˜•

    3. annots
    jangan tanya aku, Nots.. :-w .. saya ga mo mengenang itu :((

    4. iman brotoseno
    hahaha…
    itu .. tetep masih jadi rahasia ketololan terbesar saya Mas .. ๐Ÿ˜€

    Reply

  3. Kurang panjang,sa eh jal…… Ke Kartika Sari ama Brownies Amanda buat beli oleh2 belon dijabanin… Kalo saya wajib ke Movie Room di Jl.Sultan Agung, soalnya Vertex skrg cupu… Distro2 juga belon pada dimasukin.. Hehe.. Gw ketauan cw doyan belanja bgt ya? Hahaha…

    Reply

  4. Dan makan siang ini diakhiri dengan hujan besar yang membuat saya menumpang payung berdua dengan Harry.

    ceritain dong Jal, rasanya sepayung berdua ama cowok… hihihihi

    btw, jumlah smileynya ada 26 biji ๐Ÿ˜›

    Reply

  5. oh, banyak sekali kenangannya di bandung ya, mas leksa.
    ikutan vj hunt mtv pula ;))
    ๐Ÿ˜€

    Reply

  6. *baca komen mas Iman*

    *ngakak* :))

    woi..itu namanya bukan soto tampol! anak2 GL bilangnya soto serangga ๐Ÿ˜€
    kemaren ada ribut2 jal, anak GL sama GD. kurang ajar tu anak GD nendangin Land Rover anak GEA. tapi sayang banyak satpam. ndak sampe gontok2an.

    Reply

  7. # ratie
    ๐Ÿ˜ ga cewe aja kok yg gitu ๐Ÿ˜

    # Effendi
    *tendang Gun ke kali code :-w

    # escoret
    *tendang om pepeng juga nyusul Gun…

    # cewektulen
    ditunggu ngopi di Djandelo Caffe segera :-w

    # didut
    hihihihi.. ;))

    # antobilang
    saya tetep normal Nto..ga kek kamu [-(

    # -tikabanget-
    ngomong thok [-(
    disuruh pigi kemarin ga mau [-(

    # sandal
    semua protes panjang2 :((
    *siap2 baca postingan laporan praktikum aku, Ndal…

    # kumandigital
    jangan bawa2 nama aku urusan wisuda [-(

    # ekowanz
    jangan bahas soal itu, ko :-w

    # e
    Teh Mina lagiii..
    ikut2 bahas emtipi ๐Ÿ™

    # tukangkopi
    lha pas itu aku masih di SR .. kayaknya seru juga liat GD vs GEA lagi ;))

    # bodhi
    KAMU WISUDA, BODH?? *makan2 ๐Ÿ˜€

    Reply

  8. penasaran…anak persma :d

    mmm…beda ma yg lain yg bilang banyak emoticon di postingan ini…kalo gw, keknya banyak banget misteri di postingan ini :p tergelitik (halah…) pengen tau soal kenapa meninggalkan ITB dulu, trus cerita si mantan, trus kenangan di beberapa tempat sepertinya dalem banget, trus…. mmmm…gosip banget gw yak? hihihi….

    Reply

  9. hwek, sama kaya si mBok, ih.. ga bs bayangin deh &-)

    btw themes nya keren ๐Ÿ˜‰
    ini editan revolution themes apa buat sendiri bos?
    minta donk =P~

    Reply

  10. Wadhuh, yang ditayangin di MTV sabtu kemaren ya? Say kelewatan tuh. Tampang sampeyan nongol kang? Sempet dicapture ndak? Kalau iya upload ke Youtube Kang, biar pada liat tampang grogi sampeyan pas mangslup Tipi ๐Ÿ˜€

    Reply

  11. udah lama baca postingan ini tapi baru sempet komen sekarang… hihihi…
    biasa lah obrolan kita mau mulai dari manapun, pasti ujungnya cinta… dan gw bakal tetap bilang kalo : cinta itu waduk, tapi waduk yang menggenangi hati gw…
    hahaha…
    jadi kapan jal, lu mau nyariin cowo buat gw?hahaha

    Reply

  12. Saya ngaku mas..
    postingan kali ini cuma saya baca awalnya ajah..huhuhu..nanti saya baca lagi yah?
    *berlalu*

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.