Label Blog Lagi?

Blog WarSabtu kemarin di Kafe Djendelo, saya ngga sengaja malah mengulik hal “kemana aja lu, Mon!” bersama seorang teman. Ya kembali masalah label, terutama label blog. Apa pentingnya ngebahas itu? Pertanyaan sederhana saja, label apa yang anda sosorkan ke blog ini ketika mulai membaca dan mengenal blog ini? Semoga saja bukan label kalau si penulis adalah seorang residivis .. hahaha….

Aneh memang. Saya hampir tidak percaya ada orang-orang (dan bloger juga malah) yang melabelkan blog persis dengan pembagian kelas sosial dalam masyarakat. Apa perlu nanti kedepannya sekalian saja ada istilah baru seperti kaum bloger marginal, atau bloger midclass ke-atas atau bloger seleb atau bloger peneliti atau bloger profesor atau bloger S1, S2, S3, atau bloger koruptor?

Mungkin fenomena ini dikarenakan dunia blogosfer makin ramai sejak Pesta Bloger berakhir Oktober tahun lalu. Dari artis-artis yang mulai banyak ngeblog, sampai kopdar ini itu, yang sepertinya makin ramai diminati para bloger. Tetapi kopdar juga tidak harus selalu tanpa arti bukan? Kalau istilah saya, daripada sekedar Pesta ini itu kenapa ngga coba buang duit ke tempat lebih halal seperti ngasih funding lektop murah meriah ke guru-guru supaya ada Pak Sawali-Pak Sawali lainnya bermunculan di blogosfer. Oh susah itchuuu..kita kan komunitas dunia maya… Jah siapa bilang, sudah banyak kok kegiatan bloger yang riil – nyata bermanfaat langsung ke masyarakat, seperti Kambing Bangsari, Bekisarnya CA, Batagor bersih-bersih Gasibu dan Berbagi Kasih AnginMamiri.

Dalam bayangan saya, justru inilah kekuatan blog sendiri. Dari sekedar ide yang berseliweran lewat tulisan dan komentar, dan entah bagaimana menjadi sebuah eksekusi yang bermutu di lapangan. Karena blog memang menciptakan jembatan bagi semua orang yang berasal dari berbagai profesi dan pengalaman, membuat sebuah proses saling mengisi-saling berbagi tidak terhalang barier-barier sosial. Coba saja lihat latar belakang penulis blog yang anda kenal, ada yang jadi buruh desa tetapi ada juga yang jadi buruh di kota. Dari dukun beranak sampai dokter ternama. Dari mahasiswa DO sampai Profesor bertitel sepanjang kereta. Justru jika dalam blogosfer malah diciptakan kelas-kelas layaknya kelas-kelas sosial masyarakat yang sekarang kita amini itu, maka potensi atau kekuatan blog ini malah hilang…. Blasss..!

Mungkin ego kita sebagai pembaca ini yang mendasari adanya pemahaman tentang kelas-kelas dalam blogosfer itu sendiri. Pemahaman ini bisa berangkat dari sekedar meributkan – mengharapkan tulisan bermutu dari blog orang lain. Membaca komentar di postingan Pak BR itu, saya malah teringat dengan cerita filosofi blog yang pernah diucapkan Ndoro ketika menjawab pertanyaan seorang akademisi.

Bagi saya pribadi, selanjutnya menjadi sangat sederhana melihat apa dan siapa kita di dunia blog. Apakah tidak malu dengan anak-anak TK dan SD yang sekarang sudah mulai ngeblog mengikuti bapak ibunya yang bloger? Padahal bloger-bloger belia ini muncul hanya dengan niat yang sangat sederhana, ingin menulis, membagi asa, mendalami pengalaman orang lain dan juga menjalin silaturahmi. Syukur-syukur jika mereka bisa mejangkau pemikiran ala bloger sufi, “MERANGKAI SEJARAH KITA SENDIRI UNTUK ANAK DAN CUCU KITA NANTI..”

NB:

Kalau blog yang isinya curhat, diari, manja-manja ala ABG atau pun misuh-misuh dianggap SAMPAH, lalu bagaimana dengan ini :)).. (*itu wiki, goblog…!! dilempar Zam…)

40 Comments

  1. Dalam bayangan saya, justru inilah kekuatan blog sendiri. Dari sekedar ide yang berseliweran lewat tulisan dan komentar, dan entah bagaimana menjadi sebuah eksekusi yang bermutu di lapangan

    Setuju bgt nih,sa! Walopun saya masih malu2 untuk kopdar… ga ada yg ngajak juga sih.. Hihii…

    Reply

  2. “MERANGKAI SEJARAH KITA SENDIRI UNTUK ANAK DAN CUCU KITA NANTI..”

    hehehe… salah satu warisan kita sebagai kakek yang narziz. Mewariskan blog dan accountnya…

    Reply

  3. yah.
    dan -karena blog itu adalah salah satu sarana kita untuk belajar menulis, menjalin persahabatan, dan lain sebagainya (mulai dari alasan yang melangit sampai alasan simpel), rasanya disayangkan apabila ada istilah blog yang dimatikan atau ga nge blog lagi. Maksudnya dengan pemberitahuan yang resmi di blognya.
    Menurut seorang temen, klo ada hal seperti itu disayangkan menurunkan semangat para blogger yang baru muncul.

    O iya , masalah label blog, saya sih tak terlalu masalah dengan label. Seseorang mau di sebut seleb blog (karena sangat laku ), tak apa sih sepanjang tak menimbulkan kesenjangan di blogerhoood

    Reply

  4. pointnya bukan dari sono jal. tapi dari komentar…
    si B mengkomentari blog selebritis yang dicap isinya membosankan dengan membuat postingan, lalu si A komentar di postingan yang dibuat si B tentang blog selebritis yang membosankan, sedangkan si B merupakan selebritis, dan blognya membosankan…

    nah gitu sebenernya

    Reply

  5. @goop
    oke Uncle.. di roger… 😀

    @ratie
    Kopdar bukan kewajiban,.. tetapi selalu ada jawaban “apa salahnya kalo manfaat..”

    @iphan
    semoga anak cucu saya mau nerima account tolol ini :-s

    @eMina
    tanggapan Mbak ga ada salahnya kok.. dari sudut pandang begitu, emang bakal banyak yang akan disayangkan … 😉

    @Rendy
    Gini Ren,.. gue ga bermasalah ama konflik yang terjadi. Apapun latar belakangnya, itu urusan mereka. Yang gue lihat adalah masalah label itu. Pemahaman orang mengenai blog itu sendiri jadi ambigu jika mereka ter-frame tentang kelas-kelas sosial dalam blogosfer.. Kasus BR dan Adinoto hanya salah satu contoh dari ke-ambiguan kita dalam menilai blogosfer…

    Reply

  6. sudah…sudah
    bukankah kita seleb diantara keluarga kita, orang yang kita cintai, dan komunitas kita..siapa yang meragukan leksa di CA ? sampai sampai di buat wiki gunawanleksa..

    Reply

  7. saya kok malah pusing baca gonjang-ganjing di ranah blog itu ya.. mending baca Wiki CA.. ganyeng tur adem yg ada malah bisa cengangas-cengenges :))

    Reply

  8. @Difa
    nah itu satu lagi,.. junior IT nya yg sedang belajar saja ga ngerti apa itu blog.. miris ga?

    @iman brotoseno
    Haha.. mas Iman berlebihan… tetapi urusan leksagunawankan, itu kerjaaan si anto gendeng :-< @Totok hihi.. sama Mas,.. padahal itu orang2 tua kita lhoo.. seumuran situ juga ;))

    Reply

  9. Label-Blog dan aneka ke”ribut”an di bloghosphere,
    Ada ngga sih manfaatnya?Kalo malah jadi mudharat ya jangan toh?
    Banyak hal lain yang lebih sederhana dan manfaat sepertinya, yang sebaiknya kita lakukan. Agar ngeblog tuh bisa lebih lagi dari sekedar posting, komen dan blogwalking..

    OOT kali nih,
    Sebagai pengingat bagi diri saya sendiri: Menyedihkan memang ya, komen seenak hati, giliran dikomen orang eh sakit- hati,
    Salam,

    Reply

  10. aku pengen jadi blogger terbelakang aja lah. retarded blogger, jadi kalo postingan atau komenku njelehi, orang udah pada maklum. lha blogger terbelakang jeeeee….:))

    Reply

  11. kelas terselubung dalam sebuah dunia yang–diklaim– tanpa kelas???. label-label tidak sengaja dalam sebuah dunia yang–diklaim- tanpa label??? gituuu yaaa???? *kebanyakan tanda tanya :p*

    Reply

  12. # rumahkayubekas
    yang penting kegiatan kita jalaaannn teroossss.. betul ga Kang? 😀

    # venus
    si Mbok ngaku terbelakang … ??[-( lha aku terus opo :-s .. kedodoran??gyahaha

    # dewi
    Hee.. blog mau dibikin ala LSF vs MFI ?? nehi deh kek nya … [-(

    # sawung
    dewa Wung.. wedew…
    ntar di bandung kita bicara dewa2an 2009 😀

    # cewektulen
    NAH INI DIA ORANG NYA !!
    gimana Nja? cukup menjawab ga post gw?
    Beresin thesis sonooohhh ….

    # tukangkopi
    GEA vs GD bakal ada keributan? 😕 turun ga lu? mosok swasta sembunyi… :))

    # zam
    semoga Tuhan mengampuni dosa2 Zam terhadap anak2 belum cukup umur … ;))

    # detnot
    SIAPP juragan..!!

    # [H]Yudee
    ditambah “U”.. jadi shutdown :-s

    # annots
    siap menjadi next seleb, bos ? /:)

    # abah oryza
    sama2 abah..semoga damai tentram dsini..seduh kapucino to Abah..

    # funkshit
    :-w pasti cuma baca paragraf pertama :-w

    # Nazieb
    sama :”> saya malah sangat cupu :”>

    # didut
    tapi JAV jalan terus kan? 😐

    # Mbilung
    He.. 😐 malah bos ne Wiki dateng kesini.. *menjura…

    Reply

  13. buat apa sih label-label begitu. khan ga enak juga, yang dikasih label jadi berasa ada beban…

    *terbebani sebagai blog sampah*

    Reply

  14. lah, bukannya lo sendiri suka ngebahas “label blog” itu sama gw? /:)
    ngeblog mah ngeblog aja… org lain mau nilai apa kek, gw mah bodo amat… :))
    cuma tau sebatas blog ini…
    ah, makin ke sini kok blog semakin terlihat rumit? :-/

    Reply

  15. # Mas Kopdang
    maksudnya Mas Kopdang apa :-/
    emang si saya mimpiin si “mbak” semalam :”>

    # tukangkopi
    Gyaahahahahaha………..MANTAFFFF… =)) asli ngakak ini =))

    # cK
    ya, Chik..
    blog mu mang sampah.. aku tahu.. 😐

    # Juminten
    gue sering nyipet itu..omongin itu dgn lu..
    tapi apa artinya gue sepaham dgn itu /:)
    btw rumit apanya? postingan atau tampilan?

    # liemz
    saya malah kepikiran bikin Banner “Blog Non-Blok”

    # -=«GoenRock®»=-
    SEpakat ama Om Goen 😀

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.