Sekedar Perayaan? Jangan!

Sebenarnya malam tahun baru saya sudah memiliki rencana sendiri. Dengan berbekal motor pinjeman teman karena kebetulan saya tahu dia ada acara khusus dengan sang pacar, maka saya berniat untuk hunting ke kawasan desa seni Sangkring Art Space, sebuah lokasi di Nitiprayan, Bantul – Yogyakarta. Karena acara akhir tahun dalam event Biennale 2007 dipusatkan di sana. Tawaran berupa atraksi seni budaya – kontemporer, performance art, kampung lampion, pameran-pameran budaya lokal dan new media art yang sudah saya bayangkan jauh-jauh hari, menguatkan keinginan saya untuk menembus Bantul Yogyakarta yang berada di selatan walaupun saya harus berangkat dari kaki merapi di Utara Yogyakarta.

Sayangnya hujan turun, dan dengan berteduh di salah satu warnet – saya mencoba melacak tepatnya lokasi Sangkring Art Space tersebut. Dan wangsit pun datang melalui SMS di antara kesibukan saya meng-googling. Isi SMS tersebut menjelaskan undangan berkumpul di Manut Cafe untuk para blogger Jogja, dan apa acara selanjutnya ditentukan kemudian setelah berkumpul. A ha!! Saya bisa racuni teman-teman blogger Jogja ini untuk meluncur ke Sangkring, pikir saya >:) .

Ditengah perjalanan, informasi berubah. Anto mengabarkan tempat berkumpul pindah ke angkringan dekat Klebengan, utara Fakultas Peternakan UGM. Saya pun menyusul kesana dengan ketidaktahuan dimanakah letak Fakultas Peternakan UGM! Harap maklum, masih baru di Jogja. Ditambah lokasi kost saya di daerah Ring Road Utara, melengkapi malesnya jalan-jalan mungkin.

Singkat cerita, saya tiba di Angkringan yang dituju. Disana sudah ada Anto, Annots, Zam, Chow “Gun” Fat – Rozenesia, Arya dan Irsan (kalau tidak salah). Saya kecewa, kok sepi wanita?? Dan Anto menjanjikan wanita-wanita akan menyusul ke tempat pastinya acara akhir tahun digelar. Acara akhir tahun yang bagaimana? Hohoho.. jelas acara akhir tahun khas blogger ga ada modal. Yaitu gojek kere, dengan kafe murah meriah cukup luas untuk bergosip hangat seputar HP dan rukun blogger ke-5.

Dan acara akhir tahun itupun dipilih di Djambur Cafe. Sebuah kafe kecil menurut saya, namun menawarkan suasana yang pas. Lampu temaram, musik akustik dan Layar Tancap Infocus dengan siaran Astro TV. Lokasi yang cukup nyaman bagi para pasangan dimabuk asmara. Sedikit unik jika melihat setingan kafe ini. Diseting untuk nuansa romantis dengan beberapa kursi dan meja disediakan berpasangan dalam nuansa gelap-gelap rawan dibawah pohon rindang. Namun di bagian pinggir kafe didirikan 3 sawung dari anyaman bambu dengan kapasitas 7-10 orang. Saya jadi berpikir, bagaimana kalau ada pasangan yang mengambil tempat di sawung sebesar itu hanya untuk berduaan sementara kemudian ada rombongan seperti kami yang datang untuk kumpul-kumpul? Apakah si waitress bakal mengusir meminta pasangan tersebut pindah padahal sedang asyik masyuk? Cuman sebuah bayangan tolol dari otak saya saja.

 

Sedikit Photo di Malam Tahn baru

Kemudian malam berlanjut. Dihiasi lagu-lagu slow rock dengan versi akustik, ditambah siaran TV seputar film-film HBO dan Star TV, kami mulai gojek kere. Ditengah acara, Mas Alex juga ikut datang meramaikan karena beliau belakangan berkeluh kesah dengan sumpeknya ber-coding ria. Disusul kemudian Mbak Tikabanget. Gila si Mbak satu ini. Setahu saya beliau diopname. Tetapi dengar-dengar kabar, sehabis kabur dari Rumah Sakit, beliau sempat ke Surabaya, Ullen Sentalu dan rafting segala.

Tepat pukul 00.00 WIB, langit Jogja diwarnai kembang api dari berbagai penjuru. Di kafe Djambur pun ada perayaan kembang api sendiri. Plus suguhan kue tart dari sang pemilik Kafe kepada semua pengunjung! Bisa dibayangkan bagaimana partai blogger ndak modal ini mendapat suguhan gratisan.

Kembang-kembang api masih saja meletup-letup, dari yag kecil hingga yang besar. Sedikit aneh, karena kok saya ngerasa semua Kafe atau tempat nongkrong di Jogja saat ini seperti memiliki waktu versinya sendiri menyambut tanggal 1 Januari 2008. Walaupun Tuhan hanya menciptakan satu waktu, tetapi manusia bisa saja melihatnya secara relatif, namun tidak mungkin manusia memundurkannya bukan? Apalagi berusaha menghentikannya.

Dan acara tahun baru selesai. Usai sudah. Saya pun lupa meracuni teman-teman blogger ini untuk menuju Sangkring. Mungkin karena memang benar-benar menikmati kumpul-kumpul ini. Obrolan-obrolan ringan hingga yang berat habis dijajal saat itu. Tidak terlupa rencana-rencana yang lebih baik untuk si tahun baru 2008. Termasuk obrolan seputar bencana di Negeri ini, sekolah-sekolah murah, mutu pendidikan dan lain-lain. Saya sadar, memang mimpi-mimpi kita akan terlalu banyak dibanding energi dan waktu yang kita punya. Manusia sangat terbatas, walaupun berkumpul seperti ini pun masih sangat terbatas. Tetapi apakah tidak mungkin merealisasikan satu saja untuk sesuatu ide yang bermanfaat? ADA! Tunggu saja tanggal mainnya. Rekan-rekan blogger Jogja sedang mempersiapkan untuk satu ini 😉 .

Acara selesai. Dan waktunya pulang dengan segala mimpi-mimpi baru di 2008. Namun, untuk 4 orang gila tolol keren yang ada malam itu, ternyata acara belum usai. Masih ada sebuah keinginan singkat yang harus ditunaikan. Sepertinya semangat baru harus dipanaskan oleh matahari pagi pertama di tahun 2008.

13 Comments

  1. @Chow Gun Fat : :)) .. hyahahahaha … wangsit dari Sultan Mataram ituh .. :))

    @ekowanz : sementara,.. karena aku belom terima umpan photo :-<

    Reply

  2. Hohoho kalo sampeyan lupa meracuni kami untuk ke bantul, saya sama anto sudah meracuni arya lupa sama lembur di kantornya dengan sebungkus nasi padang :d

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.