Terbakar Juga Saudara-saudara…

Gue memilih diam dan cenderung untuk otokritik dalam permasalahan Indonesia – Malaysia.Tapi hati ini tetap riweuh dan terbakar setelah gue mencari-cari tahu lebih lanjut (sampai buka buku-buku sejarah Pra – Pasca konfrontasi dengan Malay). Entah itu adalah setingan dari zaman dahulu untuk menghancurkan negara ini, dan juga mungkin di masa kini.

Didukung pemerintahan masa orde baru yang buruk dalam memanage negeri ini, wajar saja jika infiltrasi tersirat pihak asing mudah menguasai dan mengontrol negeri ini. Gue ambil sebuah ilustrasi – kasar. Jika gue memainkan Game Earth [si Rime bawel, jd di edit] Age of Empire, DOTA, atau game strategi lainnya, strategi awal adalah dengan mengeksplorasi semua kemungkinan untuk pemasukan negara. Dan tidak lupa, mengecek tapal batas dengan negara tetangga, jika ada sumber pemasukan negara yang berada di tapal batas, maka dengan segera gue ke sana dan menklaimnya duluan sebelum sang tetangga mengambilnya jadi miliknya (beberapa game strategi ada yang memiliki feature ini-harus eksplorasi dulu untuk mendapat kan resource).

Lalu apa hubungannya dengan Malaysia? Read more aja dah, soalnya banyak “BAKAR2AN” hihii..

Begitu juga dengan Indonesia. Selat Malaka adalah salah satu gerbang strategis perdagangan dan keamanan buat Indonesia. Gue kadang sering bertanya dari dulu, kenapa Indonesia yang notabene duluan merdeka dari Singapura dan Malaysia malah malah tertinggal di kawasan ini? Maksudnya jika ada pelabuhan persinggahan besar di semenanjung Aceh, Medan, Riau – Batam atau sungai besar Palembang, tentunya itu adalah penguasaan strategis yang luar biasa. Bung Karno dan para menterinya dahulu mati2an memperjuangkan itu dalam berbagai negeosiasi ZEE. Tapi kenyataannya, saat ini. kita tertinggal.

Kemudian sedikit dengan rasa sudzon, maka menurut gue ada sebuah setingan besar disini. Kemungkinan memang ada pihak-pihak yang mengerti pentingnya kawasan itu, sehingga mereka melakukan infiltrasi yang cantik. Kita tahu siapa dibelakang Malaysia dan Singapura dalam pembangunan negerinya. Dengan berat hati gue bisa beropini memang banyak kepentingan yang terlibat dikawasan tersebut. Alhasil, setingan yang cantik berhasil, dan kawasan ini menjadi milik 2 negara tetangga itu.

Setingan berupa apa? Konflik berkepanjangan dengan GAM contohnya. Sentralisasi masa orde baru yang tidak adil. Dan ditambah korupnya pemerintahan masa itu. Cukup membuat kawasan ini tidak bisa berkembang sejauh negara-negara tetangga.

Yaa itu cuman ide otak gue yang bleguk. Ga usah dianggap serius.

Tapi gue ada kado buat yang disini, nyomot dari Kaskus. Semoga yang liat jadi berapi2 dan menjadi bahan bakar untuk otokritik lebih lanjut.

 

Cek juga skrinsyut ini. Sekalian ngelink ke situs nya.

Screenshot Portal Budaya Malaysia

Mau nunggu apalagi yang diambil.

Ohya, sedikit perbandingan – seru juga denger nya, dari youtube (yang diblok dalem kampus,..ciaann deh loee…)

[kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/okHZx-c-wc4" width="425" height="350" wmode="transparent" /]

Itu Lagu Jali-jali versi Malaysia

Dan ini lagu Jali-jali versi Alm. Bang Ben

[kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/Ug30xXENZR8" width="425" height="350" wmode="transparent" /]

Ya, in kan cuman persepsi media kita. Mungkin lebih cenderung berpihak ke kita laporannya, walo jujur gue terbakar juga. Tapi hikmah otokritik dan Rethinking nya jangan lupa guys.. (ga bosen2 gue ingetin..)

Gilaaa… 4 POSTINGAN sehari sekali!! Bukti gue lagi ga ada kerjaan.. Ada yang mau kasih kerjaan??? huehaha…

24 Comments

  1. baca di kompas, Malay juga siap2 mulangin 70 ribu TKW yang nggak bisa ngurus surat ijin tinggal tetapnya…
    juga masalah D. Kolopita yang dihajar polisi di sana.
    makin panas aja nih hubungan dengan Malay.

    Reply

  2. buat postnya: *bingung mo komen apa*

    buat kalimat terakhirnya: sini ke rumah gw, bantuin gw bikin peer broo..

    Reply

  3. @nisa : duh malah ceting .. haha..

    @almascatie : kelamaan sabar, bisa dikadalin mertua Mas.. :p

    @mbak Icha : ko cape? situ nguli dimana?

    @mbak isnu : ngga panas ko,.. kalo kata saya sih anget2 taik ayam..

    Reply

  4. malaysia beli kapal selam perang pertamanya.. ada agenda apa dibalik pembelian itu???

    *bakar tong avtur biar meledak*

    Reply

  5. @ikram : loe dah beli RUMAH?? gilak! berapa tuh gaji magang di JP?? huakaka…

    @nisa : gini aja Nis, add YM aja gimana ..hihihi

    @mas dipto : ndak papa mas, kapal Selam ini… Asal jgn lupa dikukus dan digoreng dulu, trs pake cuka yg pedes banget.. enak kok…

    Reply

  6. gue juga kesalnya udah minta ampoon deh, dan pemerintahnya adem ayem. tapi gue mikir kekesalan2 ini gak akan ada akhirnya kalau gak kita buat kongkrit, misalnya mulailah inventarisir kebudayaan kita. gue udah pengen bikin website kek yang si malingsial ituh, ini butuh kerja bareng. gak usah terlalu berharap ama pemerintah, bikin capek ati. ayuk lah bangun negeri ini bareng2

    Reply

  7. ya…saya juga gitu
    saya dulu skeptis dan abai sama soal ini. saya anggap lalu saja. tapi kemudian saya ikut panas juga. ini negara tetangga kita ini kok makin kurang ajar aja ya?
    sama kek saya *halah*, tempo yang tadinya adem pun akhirnya “terbakar” juga. baca saja edisi pekan lalu berjudul “mau encik apa?”

    Reply

  8. Jadi inget perjanjian konyol RI-S’pore…
    Jadi inget TKI yg diam2 jadi tulang-punggung ekonomi M’sia, tapi sering banget diinjek2…

    Ah, coba bangsa ini pinter, gak ada yg sudi jadi TKI tetangga…

    *maap malah berandai2*

    Reply

  9. @alle : situ dah bayar blom gebrak2 meja sagala… :p

    @budhi : KONKRIT..!! Sepakat mas..
    btw, menkominfonya lagi sibuk nyeleksi lagu “BLOGGER” mas.. hahaha…

    @cewetulen : ini udah sabarrrrr bangeeeeet mbak …
    *tangki minyak dikiri, parang dikanan…

    @arya : si encik itu ga tahu mau ngapain.. makanya ga ada kerjaan nyuri2 lagu orang..

    @anangmu,eh salah.. anangku : ukuran kemaluannya kecil kali mas..hihihi..

    @mbak Dew : naahh.. situ kan cukup pinter, di bagi2 laahh ama orang2 kitah yg laen:)

    Reply

  10. saya sebel sama Malaysia, no doubt!
    Tukang tiru, tukang cari muka!
    Menyedihkan banget ya soalnya saya sbg seorang indonesia ternyata serumpun sama mereka.

    Apa sih ya yang mereka mau sebenernya??
    Lagu, batik, pulau, gilee! Semuanya mau diklaim.. -yah, ga semuanya sih ya, saya lgi sebel aja..-

    Malaysia tukan nyomot!

    Pemerintah Indonesia harus lbih serius nih dalam ngurusin kekayaan nusantara kita, kita rakyat biasa juga a boleh cuma denger, nonton, ato sekedar nulis lantas melupaka masalah ini.

    Ini juga menyangkut harga diri kita sebagai sebuah bangsa soalnya. Bangsa Indonesia harus menunjukkan martabat dan wibawa kita sebagai bangsa Indonesia.

    To hell the fact klo kita serumpun sma tuh orang sebelah.

    Aaaaah…
    sebel gw!

    Reply

  11. hai…..gw setuju…but jangn terlalu larut dalam masala tersebut ..mendingan kita mikirin masa depan negara kita…kekayaan alam kita uda mulai habis….truz..pa kita harus diam saja.. gw berharap sobat2 mikirin itu……okey sobat semangat yaw….

    Reply

  12. yailah malaysia doang dykan negara kecil yang mau and berusaha menjajah negara kita lagian pemerintah di izinkan si pombensinnya malaysia “petronas” ngapain coba di izinin masuk k indo kan lebih bagus pertamina…. trs pemerintahny juga sih yang salah masa kasus mangclame budayany (budaya indonesia) di tindakny cuma kayak gitu mana sih harga diri INDONESIA!!!????

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.