Menyogok Tuhan Di Bulan Puasa?

Maaf buat semua kalo blog ini jadi riweuh kembali. Tetapi karena emang sedang uji coba juga untuk beberapa feature. Termasuk untuk memasukkan info Gempa dan Tsunami dari USGS.gov dan NOAA.gov. Tujuan gue sih cuman mau exist doang (hallahhhh…) .. Tapi ada niat baik kok, karena dengan kondisi Indo yang sekarang terus menerus digoyang gempa, gue coba untuk sajikan info terbaru gempa di Indo dari USGS. Sekaligus berita Tsunami terbaru dari Indian Pacific Monitoring NOAA. Walaupun pas gempa Bengkulu kemarin pemerintah kita dan NOAA sempat berselisih paham. Sampai2 BMG dan pemerintah meminta NOAA me-review ulang warning yang sudah di keluarkan.

Ah kuasa Tuhan dalam menentukan bencana. Manusia hanya bisa mempelajari dan menduga-duga.

BeTeWe Eniwe…

Bulan puasa nih, udah puasa yang (lupa ke berapa) di Yogya. Sepi euy. Intinya gue kesepian disini. Emang sih nuansa kota ini cocok banget buat dijadiin waktu buat ber-kontemplasi dan refleksi.

Tapi gue kesepian, asli kesepian. Temen2 baru disini yaa mungkin belom ada aja yang cucok dan sekepala ama gue. Tapi itulah konsekuensi ketika kita berada di komunitas yang baru. Menjadi manusia dewasa kan bukan berarti harus menerima segala sesuatu sesuai apa yang kita mau. Tetapi juga bagaimana mengerti kondisi sosial dan watak psikologi massa dimana pun kita berada. Gue berusaha memahami itu sekarang, karena dari dulu cuman dapat teori nya saja.

Terus tentang puasa..

Nah ini menarik. Gue dari dulu juga selalu berpuasa. Memanfaatkan momen indah ini setiap detik nya. karena aura dan nuansa yang ditawarkan memang luar biasa. Tetapi terkadang gue sering berpikiran seolah-olah gue seperti berpolitik dengan Tuhan.

Kenapa? Gue berpuasa anda berpuasa, mesjid menjadi penuh, doa-doa berseliweran dilangit lebih banyak daripada hari biasa, lantunan ayat suci terdengar hingga pelosok kota, ngabuburit sore yang ramai dengan pacar sambil nyari bukaan puasa, acara TV penuh tawaran berkah rejeki materi dan doa, tempat2 hiburan ditutup lewat aturan yang memaksa, dan para wanita malam harus sembunyi-sembunyi mencari nafkahnya (wew.. ini masuk juga yah…hahaha).

Seolah-olah manusia muslim di muka bumi berada pada satu momen yang benar2 memanfaatkan Ramadhan ini. Dalam istilah gue MENYOGOK TUHAN. Iya,.. Seperti layaknya manusia di kehidupan aslinya, jika ada kesempatan bisa menyogok, kenapa harus bersusah-susah mengikuti jalur yang ada? Wong jalan pintas diberikan dengan kesempatan menyogok, melobi dan kawan-kawannya.

Emang kita dasar manusia, udah sifat dasar kali ya, dan mungkin Ramadhan tercipta juga sebagai refleksi bahwa ibadah ini adalah dari manusia, untuk manusia dan oleh manusia.

Sempat terpikir juga, apakah Ramadhan emang tercipta dari Atas sono? atau manusia meng-create si Ramadhan dan ibadah puasa ini?, mengingat emang sifat manusia ya alaminya ya kayak gini….

Hmmff…. Menyogok Tuhan di Bulan Puasa? Mungkin saya berpikir demikian. Terserah persepsi anda-anda para pembaca.

Regards,

By Leksa on the missing Its Journey.

2 Comments

  1. kalo saya kok sepertinya kita yang disogok setan untuk menggagalkan misi “Para Pencari Tuhan” seperti saya ini.

    Ditunggu undangan buka bersamanya, 😀

    Reply

  2. gw pun menyogok tuhan..
    demi sidang bulan desember..
    makanya gw minta didoain kalian2 yg ‘nyogok’ tuhan..
    biar doanya makbul..

    hehek…

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.