Erai Tokoro ni Totsuide Shimatta! (9 Episode, Final) (2007)

Erai Tokoro ni Totsuide ShimattaMakimura Kimiko, freelance journalist and city-girl extraordinaire, marries into a traditional Japanese family. Most overbearing of the Yamamoto Family members is Isojiro’s mother, Shimako, who seems to think Kimiko is the perfect wife whose knowledge of the traditional Japanese arts knows no bounds. Kimiko on the other hand is sloppy, a bad cook unless it happens to be microwavable, and couldn’t tell a shamisen from a bagpipe if her life depended on it. Bombarded by customs, Kimiko’s only desire is to never step foot in the Main House again. But with the interference of her husband, Isojiro, who can’t seem to say no to his mother, Kimiko finds herself back in a place she calls Hell and smack in the midst of some crazy tradition her in-laws want her to participate in.

* Also known as: I’ve Been Married To Hell!
* Genre: Family Comedy

Starring :

* Nakama Yukie as Yamamoto Kimiko (“Shinobi” Movie Artist)
* Tanihara Shosuke as Yamamoto Isojiro
* Matsuzaka Keiko as Yamamoto Shimako
* Honda Hirotaro as Yamamoto Namio

Kisah diawali dengan pernikahan 2 orang beda dunia dalam budaya Jepang. Kimiko Makimura, wanita mandiri dan seorang jurnalis freelance, menikah dengan pemuda, Isojiro Yamamoto, yang memiliki keluarga Jepang tradisional jauh dari kehidupan kota Tokyo yang gemerlap . Sebuah kisah yang awalnya gue tebak bakal jadi cerita konflik antara Kimiko dan pergulatannya dengan aturan-aturan keluarga tradisional. Apalagi dengan sang Ibu Mertua, Shimako Yamamoto.

Yamamoto Family Map9 episode cerita ini terasa amat cukup untuk mengolah pertemuan 2 budaya generasi Jepang saat ini. Kaluarga Yamamoto berusaha mempertahankan adat dalam keluarga mereka terhadap anak-anaknya dan istri/suami mereka, sangat tipikal dengan kondisi di negara kita juga. Kekuatan cerita ada pada pemahaman, dan saling penyesuaian 2 generasi berbeda dalam kehidupan Jepang saat ini. Konflik antara Ibu Mertua, Menantu wanita dan kakak ipar diramu dengan kocak ala Dorama Jepang yang polos. Hebatnya kisah masing-masing tokoh bisa tergambar secara sederhana dan jujur, seperti melihat cara pikir dan pergulatan batin tokoh yang apa adanya, layaknya apa yang kita alami di dunia nyata.

Mungkin kita sebagai manusia tidak berusaha jujur dalam keseharian menyikapi perbedaan apa yang kita hadapi. Dan film ini seperti mengingatkan banyak bahwa sebenarnya inilah yang kita hadapi. Walau ceritanya terbatas dari urusan Ibu Mertua dan Menantu, namun usaha untuk jujur apa adanya tersebut yang sedikit menyempil “rasa” yang ada di benak hati gue. Gue akui memang ceritanya sedikit “Fairy Tale”, tapi bisa jadi hiburan yang ringan dan mengingatkan banyak hal.

Ohya, satu lagi, hal penting yang gue tangkap. Segalanya bisa berbeda jika kita bicara kehidupan lintas generasi. Tetapi hanya satu cerita yang selalu sama dan abadi, yaitu urusan cinta dan kasih sayang… (Hayyaahh… melow gini..shit! )

4 Comments

  1. Bagus ya? Pengen nonton jugaa.
    Anw, sudah nonton Attention Please? itu juga lucu, cewek rocker yang mau jadi pramugari..

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.