Eubermensch Joker
Tuesday, July 22nd, 2008
Jagoan super bukan hanya milik seorang superhero. Terhipnotis dengan sosok super seorang Joker dalam sekuel Batman : The Dark Knight, memberikan kepada saya kesan lain dari seorang Heath Ledger yang dulu dicap sebagai homoseksual karena film Brokeback Mountain. Tidak kalah dari sosok super seorang Batman, justru Joker menjadi fokus perhatian banyak penonton film ini, karena berbagai kegilaan dan ide simpatiknya yang menggambarkan rumitnya sebuah sistem sosial politik dan kekuasaan di kota Gotham.
“Selalu ada kejutan dibalik tikungan kehidupan”, demikian
Bintang tidak pernah bersinar dalam waktu yang sama di setiap belahan bumi. Ini bukan soal dunia yang bundar. Atau soal putaran galaksi. Ini hanya soal keliru menganggap bintang yang bersinar bisa dititipkan sebuah salam rindu.
Hari sudah hampir berakhir. Warna langit sudah digores-gores oleh kuning dengan paduan emas dan biru gelap. Kendaraan-kendaraan diluar bus ini terlihat berlalu semakin cepat. Seperti ada yang mereka kejar di tujuan masing-masing. Kadang aku melihat ada muka lelah namun justru matanya menunjukkan sebuah semangat untuk bertemu sesuatu di ujung perjalanannya. Lain lagi jika melihat dalam perhentian lampu merah, ada wanita-wanita bermuka cerah yang memeluk mesra pengemudi motor yang memboncengnya. Harum tubuh mereka serasa bisa kucium, walaupun ada kaca tebal antara tempat ku duduk di bus mini ini dengan mereka yang saling menikmati senja diluar sana.