Eubermensch Joker

July 22nd, 2008

JokerJagoan super bukan hanya milik seorang superhero. Terhipnotis dengan sosok super seorang Joker dalam sekuel Batman : The Dark Knight, memberikan kepada saya kesan lain dari seorang Heath Ledger yang dulu dicap sebagai homoseksual karena film Brokeback Mountain. Tidak kalah dari sosok super seorang Batman, justru Joker menjadi fokus perhatian banyak penonton film ini, karena berbagai kegilaan dan ide simpatiknya yang menggambarkan rumitnya sebuah sistem sosial politik dan kekuasaan di kota Gotham.

Read the rest of this entry »

Setahun

July 16th, 2008

“Selalu ada kejutan dibalik tikungan kehidupan”, demikian Ndoro yang bijak itu berpesan selalu. Saya mungkin orang yang hafal dengan baik teori itu di kepala. Tetapi soal memahami dan memaknai, saya bukan lah seorang sufi yang baik untuk itu.

Read the rest of this entry »

Tentang Dinginnya Malam dan Bintang

July 9th, 2008

Bintang tidak pernah bersinar dalam waktu yang sama di setiap belahan bumi. Ini bukan soal dunia yang bundar. Atau soal putaran galaksi. Ini hanya soal keliru menganggap bintang yang bersinar bisa dititipkan sebuah salam rindu.

Read the rest of this entry »

“Itu ada di Detikcom, Yang Mulia”

June 30th, 2008

Dalam banyak komunitas di dunia maya, Detik sering dipelesetkan sebagai media yang “basbang”, yang juga berarti “Basi Banget”.

Tetapi tidak begitu menurut Artalyta alias Ayin, si tersangka dalam kasus penyuapan Kejaksaan Agung itu. Dalam sidang hari ini, dengan gaya menjawabnya yang berbelit-belit, ternyata Detik harus berterima kasih ke Artalyta.

“OK. Dari pembicaraan itu, Anda sepertinya tahu persis perkembangan kasus BLBI II. Anda tahu dari mana?” kata Andi (Hakim Andi bachtiar -red).
“Itu ada di detikcom, yang Mulia,” kata Artalyta.

Hebat! Bermodal membaca Detik saja, Ayin bisa tahu seluk beluk kasus BLBI II sedalam itu. Selamat buat Detik. Sekaligus selamat bekerja mengumpulkan arsip berita BLBI untuk di crosscheck dengan rekaman Ayin.

Tapi jika merujuk logical fallacy, sebenarnya pernyataan itu juga tidak menjawab pertanyaan Andi. Pintar sekali wanita satu ini berkelit-kelit dalam menjawab pertanyaan hakim.

Sepertinya Arya harus traktir saya untuk kemajuan Detik satu ini.

Memburu Tapal Batas

June 28th, 2008

Hari sudah hampir berakhir. Warna langit sudah digores-gores oleh kuning dengan paduan emas dan biru gelap. Kendaraan-kendaraan diluar bus ini terlihat berlalu semakin cepat. Seperti ada yang mereka kejar di tujuan masing-masing. Kadang aku melihat ada muka lelah namun justru matanya menunjukkan sebuah semangat untuk bertemu sesuatu di ujung perjalanannya. Lain lagi jika melihat dalam perhentian lampu merah, ada wanita-wanita bermuka cerah yang memeluk mesra pengemudi motor yang memboncengnya. Harum tubuh mereka serasa bisa kucium, walaupun ada kaca tebal antara tempat ku duduk di bus mini ini dengan mereka yang saling menikmati senja diluar sana.

Read the rest of this entry »